Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) bidang teknologi maritim yang memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan kemampuan beradaptasi menghadapi transformasi industri maritim global.

Dalam Orasi Ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Rabu, Mendiktisaintek menjelaskan saat ini dunia menghadapi persoalan yang semakin kompleks dan saling berkaitan mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, migrasi, hingga perkembangan kecerdasan buatan.

Ia menilai kondisi tersebut menuntut hadirnya sumber daya manusia yang mampu mengintegrasikan sains, teknologi, etika, dan kebijakan untuk menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.

Baca juga: PT PAL-Denmark perkuat bilateral lewat kolaborasi teknologi maritim

"Inilah tantangan zaman, bagaimana ilmu pengetahuan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi hadir juga sebagai solusi, dan di sinilah peran perguruan tinggi menjadi sangat menentukan sebagai sumber pengetahuan, pusat inovasi sekaligus rumah pembentukan karakter yang menjaga kebermanfaatan ilmu," katanya.

Menteri Brian menyebut posisi geografis Indonesia yang sangat strategis, laut dipandang sebagai masa depan bangsa sekaligus sumber ekonomi, pangan, energi, dan pertahanan.

Oleh karena itu, ia menegaskan Indonesia membutuhkan SDM maritim berkelas dunia yang tidak hanya mampu mengoperasikan kapal, tetapi juga menjadi pemimpin yang membawa inovasi di sektor maritim.

Menurut dia, pemimpin adalah mereka yang siap mengambil tanggung jawab, mampu mengambil keputusan dalam kondisi penuh ketidakpastian, menjaga kepercayaan tim, terus belajar, serta memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, integritas dan kepemimpinan

"Saya juga ingin mengingatkan satu hal, teknologi tidak pernah menggantikan kepemimpinan. Ketika badai datang, ketika komunikasi terganggu, ketika keputusan harus diambil dalam hitungan detik, yang menentukan bukanlah algoritma atau AI, yang menentukan adalah tetap manusia," ujar Menteri Brian.

Baca juga: Estonia ajak Indonesia perkuat kerja sama sektor teknologi maritim

Baca juga: RI-Rusia jajaki kerja sama pengembangan teknologi maritim modern

Ia mengajak para lulusan menjadi perwira yang peduli lingkungan seiring berkembangnya praktik green shipping. Perwira transportasi laut diharapkan berperan dalam pengurangan emisi karbon, efisiensi energi, pencegahan pencemaran laut, serta menjaga keberlanjutan ekosistem laut bagi generasi mendatang.

Mendiktisaintek menegaskan bahwa lulusan STIP perlu memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan integritas serta etika profesi. Kombinasi tersebut akan membentuk perwira yang profesional sekaligus pemimpin maritim yang mampu membawa kemajuan bagi Indonesia.

"Semakin tinggi ilmu dan jabatan yang saudara-saudara miliki, maka semakin rendah hati pula seharusnya sikap saudara-saudara. Di atas kapal, kepemimpinan tidak dibangun oleh pangkat semata, tetapi jauh lebih penting adalah keteladanan," tutur Brian Yuliarto.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.