Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (14/7) waktu setempat, mengatakan Amerika Serikat akan memperluas serangan terhadap Iran dengan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan pekan depan kecuali Iran setuju untuk bernegosiasi.

Trump juga mengatakan akan merobohkan semua pembangkit listrik dan jembatan di Iran kecuali mereka mau kembali ke meja perundingan.

Presiden AS itu mengatakan militer Iran telah "dilemahkan hingga ke tingkat yang sangat rendah" setelah rentetan serangan AS. Dia juga menuturkan bahwa serangan akan terus berlanjut "sampai saya mengatakan sudah cukup".

Dia juga mengatakan bahwa perwakilannya telah melakukan kontak dengan pejabat Iran baru-baru ini. Ketika ditanya pesan apa yang disampaikan kepada Iran, Trump menjawab "sebaiknya Anda membuat kesepakatan. Tidak akan ada yang tersisa bagi Anda".

Pernyataan Trump tersebut muncul di tengah eskalasi terbaru dalam konflik AS-Iran.

Pada Selasa, pasukan AS melancarkan rangkaian serangan baru terhadap target-target di Iran untuk hari keempat berturut-turut. AS juga kembali memberlakukan blokade di Selat Hormuz.

"Pasukan AS pada hari ini pukul 16.00 Eastern Time (Rabu (15/7) pukul 03.00 WIB) kembali memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang melintas menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan serta wilayah pesisir Iran," kata Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS dalam sebuah pernyataan.

Militer AS melancarkan serangan baru terhadap Iran tak lama sebelum blokade itu diberlakukan, dengan tujuan untuk "terus melemahkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz," demikian menurut pernyataan tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.