Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman meminta seluruh warga sekolah baik itu guru, tenaga kependidikan maupun siswa membangun ruang yang guyub selama proses belajar mengajar sehingga tidak memunculkan aksi yang berujung pada tindakan pidana.

“Tanggung jawab sekolah, bukan hanya terkait kurikulum pelajaran, tetapi juga interaksi di lingkungan sekolah baik itu antarsiswa maupun dengan guru-gurunya,” kata Alex Indra Lukman dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu.

Menurut dia hal ini disampaikan merespon kasus peledakan bom rakitan oleh seorang siswa madrasah di Kota Padang, Selasa (14/7) siang. Bom itu diledakkan menggunakan pemantik api saat jam istirahat sekitar pukul 10.15 WIB di depan ruang kelas XII IPS 7 sekolah yang berada di pinggiran ibu kota provinsi Sumbar itu.

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sumatera Barat I itu menjelaskan hasil penyelidikan Polresta Padang, pelaku yang juga tercatat siswa di madrasah itu ternyata membawa empat bom rakitan ke sekolah. Namun, baru satu yang diledakkan yang efeknya meretakkan dinding kelas.

Barang bukti lainnya yang disita antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta sejumlah barang lainnya.

Alex meminta para orang tua, untuk ikut berperan lebih aktif dalam mendidik buah hatinya. Tidak menjadikannya sebagai tanggung jawab sekolah secara penuh.

Ia mencontohkan tentang penanaman nilai-nilai kemanusiaan. Ini akan lebih membekas pada jiwa anak, jika dilakukan oleh orang tua di rumah.

“Dengan begitu anak akan tumbuh dengan jiwa yang lebih toleran dan tidak suka menjahili teman-temannya dengan bully-an," kata dia.

Dirinya berpesan kepada penyidik Polresta Padang yang memproses peristiwa meledaknya bom rakitan ini tidak mengabaikan hak-hak anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak yakni UU No 23 Tahun 2002 yang telah mengalami perubahan melalui UU No 35 Tahun 2014 serta UU No 17 Tahun 2016.

Baca juga: Polisi selidiki motif di balik ledakan bom di Padang

Baca juga: Polisi periksa siswa yang diduga merakit bom di Padang

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.