Banda Aceh (ANTARA) - UNICEF Indonesia menjadikan SMP Negeri 9 Banda Aceh sebagai sekolah percontohan penerapan program sarana air, sanitasi dan higiene (water sanitation and hygiene/WASH) yang aman, berketahanan iklim, dan inklusif untuk Tanah Rencong.

“UNICEF hanya membuat model agar bisa ditiru oleh pemerintah, kami senang Pemerintah Banda Aceh juga berkomitmen untuk mengembangkan program ini,” kata WASH Specialist UNICEF Indonesia Muhammad Zainal, di Banda Aceh, Rabu.

Pelaksanaan program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi UNICEF Indonesia, Yayasan Aceh Hijau, Pemerintah Kota Banda Aceh, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan wings Group Indonesia.

M Zainal mengatakan, fasilitas yang dibangun di SMP Negeri 9 bukan ditunjukkan untuk menjangkau banyak sekolah, melainkan sebagai model yang dapat diterapkan pemerintah di sekolah lainnya.

Dia menyampaikan bahwa pemeliharaan salah satu tantangan dalam pengelolaan fasilitas air, sanitasi, dan higiene di sekolah. Karena itu, UNICEF telah melatih tim untuk menghitung kebutuhan biaya operasional dan perawatan fasilitas, termasuk melalui pemanfaatan dana bantuan operasional sekolah(BOS).

Baca juga: UNICEF: Hanya satu kota di Aceh yang terbebas dari perilaku BABS

"Di Indonesia terdapat 70 sekolah model WASH yang tersebar di Aceh, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua," ujar M Zainal.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menilai, program WASH dapat menghadirkan fasilitas sanitasi yang lebih bagus di sekolah, seperti toilet ramah disabilitas, toilet khusus siswi yang dilengkapi alat pendukung kebersihan, serta penyediaan air minum layak konsumsi melalui Instalasi Water RO.

“Anak-anak cukup membawa botol minum dari rumah untuk mengisi ulang air minum di sekolah. Program ini mendukung kebiasaan hidup bersih dan sehat sekaligus mengurangi penggunaan botol minuman sekali pakai,” kata IIliza.

Dalam kesempatan ini, Kepala SMP Negeri 9 Banda Aceh Nurdin mengatakan bantuan toilet baru dan Water RO ini memberikan manfaat bagi warga sekolah. Dengan adanya air minum siap konsumsi sangat membantu para siswa mendapatkan air minum aman tanpa harus membeli air kemasan.

Ia menuturkan, pihak sekolah juga telah menyiapkan petugas khusus untuk mengelola dan merawat fasilitas water RO tersebut agar dapat digunakan dalam waktu lama.

Baca juga: Aceh butuh Rp2,1 triliun untuk program sanitasi

“Kami menugaskan satu orang khusus untuk menjaga dan merawat fasilitas Water RO. Dengan begitu, fasilitas ini dapat terus dimanfaatkan oleh siswa dalam jangka panjang,” demikian Nurdin.

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.