Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menerima kunjungan audiensi dari delegasi Jamiyah Singapore sebagai langkah awal untuk menjajaki sinergi pemberdayaan ekonomi melalui optimalisasi produk kopi hasil tani para mustahik.
Pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor Baznas RI, Jakarta, Selasa (14/7) ini bertujuan untuk membangun kolaborasi jangka panjang yang mengintegrasikan suplai bahan baku kopi bermutu tinggi dari petani mustahik binaan Baznas ke dalam berbagai program pemberdayaan milik lembaga sosial nonpemerintah asal Singapura tersebut.
"Tentu kami berharap audiensi ini memberi makna positif untuk kerja sama ke depan agar nanti bisa kita lakukan bersama untuk kemaslahatan umat, *baik* yang ada di Indonesia maupun yang di Singapura," kata Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Merespons inisiatif Jamiyah Singapore untuk berkolaborasi di sektor komoditas kopi, Zainut menjelaskan bahwa Baznas secara konsisten mengembangkan program hilirisasi melalui ZCoffee, sebuah ekosistem pemberdayaan komprehensif yang melatih kelompok mustahik menjadi barista profesional sekaligus membina para petani kopi lokal agar mandiri secara ekonomi.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai fasilitator, Baznas siap menjembatani dan menyuplai beragam varietas kopi unggulan hasil binaan Baznas untuk memenuhi preferensi serta kebutuhan pasar Jamiyah Singapore.
"Kami hanya jembatan saja, menjembatani para mustahik dan para petani kecil, kepada pihak yang membutuhkan suplai atau konsumen. Kita berharap para petani ini kedepannya dari mustahik bisa menjadi muzaki. Setelah dia punya kemampuan, insyaallah dia akan berzakat," ujarnya.
Zainut juga membuka peluang untuk kolaborasi lainnya melalui berbagai program yang dijalankan, seperti Baznas Microfinance, pemberdayaan mustahik melalui program Balai Ternak, dan program-program lain yang masuk dalam 13 program prioritas Baznas.
Baca juga: Program Rumah Terang Baznas ditargetkan jangkau ribuan rumah
Sementara itu, Presiden Jamiyah Singapore, Mohd Hasbi Abu Bakar mengungkapkan bahwa pihaknya telah lama ingin berkunjung ke Baznas setelah mendengar berbagai informasi mengenai program-program unggulan lembaga tersebut, khususnya ZCoffee serta inisiatif pemberdayaan mustahik difabel yang mengelola kedai kopi.
Ia juga mengaku menaruh perhatian besar untuk mendalami berbagai program hilirisasi ekonomi Baznas RI guna menjajaki sektor kerja sama konkret yang dapat diimplementasikan bersama secara jangka panjang.
"Mengenai kopi ini, apa kopi yang dijual, kita boleh mulai proyek kita ini, tapi mau cari mesin yang bagus, yang bisa membuat cita rasa yang berbeda-beda, yang bisa menggiling (grind) baru dibuat agar kita boleh mendalami apa bidang kerja sama yang kita boleh lakukan bersama," ucap Mohd Hasbi Abu Bakar.
Baca juga: Baznas lakukan harmonisasi program pengentasan kemiskinan dengan KSP
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.