Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara (Jakut) melalui Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) memberikan edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak serta kesehatan mental remaja pada momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Jakarta Utara.

“Edukasi ini bertujuan untuk memperkuat edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental remaja,” kata Kepala Seksi Perlindungan Anak Sudin PPAPP Jakarta Utara Nurjanah di SMA Negeri 72 Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan sosialisasi itu dilaksanakan secara serentak di enam kecamatan pada 13-17 Juli 2026, dengan menyasar peserta didik baru dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), baik negeri maupun swasta.

Tahun ini, pihaknya berfokus pada kesehatan mental remaja yang memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Nurjanah menyebutkan sosialisasi itu mengusung tema "Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara PEDULI", yang merupakan akronim dari Persahabatan, Empati, Dampingi, Utarakan, dan Lindungi Anak.

“Melalui tema tersebut, Sudin PPAPP ingin mendorong terciptanya budaya sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak,” ujar Nurjanah.

Baca juga: DKI tekankan pentingnya ciptakan sekolah jadi ruang aman

Dalam kegiatan itu, kata dia, siswa diperkenalkan dengan berbagai kanal pengaduan serta layanan pendampingan apabila membutuhkan bantuan. Jika terdapat siswa yang membutuhkan pendampingan, mereka dapat dirujuk ke Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) maupun layanan PUSPA sehingga memperoleh penanganan yang tepat.

Sementara itu, panitia MPLS SMAN 72 Jakarta Muhammad Efendi mengatakan materi yang diberikan sangat relevan dalam membentuk karakter peserta didik baru agar mampu menghargai sesama dan menciptakan lingkungan belajar yang aman sejak hari pertama masuk sekolah.

"Kami berterima kasih karena sekolah kami menjadi salah satu lokasi kegiatan. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat untuk menanamkan nilai empati, saling menghormati, serta mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah," ungkap Efendi.

Dalam kesempatan yang sama, siswi kelas X-C Putri Adinda (14) mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui sesi praktik butterfly hug atau pelukan kupu-kupu, yaitu sebuah teknik sederhana untuk membantu menenangkan diri dan mengenali emosi.

"Kami belajar cara mengelola emosi, pentingnya empati, serta mengetahui ke mana harus mencari bantuan jika membutuhkan pendampingan psikolog. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan," tutur Putri.

Baca juga: BPBD DKI edukasi peserta MPLS tentang mitigasi bencana

Baca juga: Pastikan tanpa kekerasan, Rano tinjau MPLS di beberapa sekolah di DKI

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.