Semua saluran kita optimalkan untuk menstabilkan dan juga menjaga daya beli masyarakat dengan mendistribusikan Minyakkita sampai ke pelosok-pelosok
Bengkulu (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Bengkulu menyalurkan sekitar 250.000 liter Minyakkita setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung stabilisasi pasokan di Provinsi Bengkulu.
"Kita memasifkan pemasaran Minyakkita ke pasar-pasar. Semua saluran kita optimalkan untuk menstabilkan dan juga menjaga daya beli masyarakat dengan mendistribusikan Minyakkita sampai ke pelosok-pelosok," kata Kepala Bulog Kanwil Bengkulu Doddy Syahrial di Bengkulu, Rabu.
Doddy mengatakan distribusi Minyakkita dilakukan melalui jaringan pedagang pengecer di pasar tradisional yang ada di Kota Bengkulu maupun kabupaten sesuai kebutuhan pasar.
Menurut dia volume penyaluran disesuaikan dengan permintaan pedagang yang berkoordinasi dengan dinas yang membidangi perdagangan di daerah sehingga pasokan tetap terjaga.
Ia menyebutkan rata-rata distribusi Minyakkita mencapai 200.000 hingga 250.000 liter setiap bulan. Untuk mendukung kelancaran distribusi, Bulog saat ini memiliki stok Minyakkita sekitar 300.000 liter.
Selain mengandalkan stok yang tersedia, Bulog juga terus mendatangkan pasokan tambahan dari Lampung, Medan, dan Palembang agar kebutuhan masyarakat di Provinsi Bengkulu tetap terpenuhi.
Doddy mengatakan distribusi Minyakkita merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Bulog berdasarkan kebijakan pemerintah untuk memperluas pemasaran minyak goreng rakyat melalui berbagai saluran distribusi.
Dia mengatakan Bulog akan terus mengoptimalkan penyaluran Minyakkita hingga ke berbagai wilayah di Bengkulu sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan dan mendukung stabilitas harga minyak goreng di tingkat masyarakat.
Selain minyak goreng, Perum Bulog Kantor Wilayah Bengkulu juga telah menyerap gabah petani yakni sebesar 4.050 ton setara beras pada semester pertama 2026 atau melampaui target pengadaan yang ditetapkan pemerintah sekitar 3.100 ton setara beras.
"Alhamdulillah kita sudah achieve. Dari target yang diberikan oleh Kementerian Pertanian untuk Provinsi Bengkulu kurang lebih 3.100 ton setara beras, serapan kita sudah sekitar 4.050 ton setara beras. Serapan tersebut kita dapatkan pada musim tanam pertama 2026," ujarnya.
Doddy mengatakan capaian tersebut menunjukkan penyerapan gabah dan beras petani di Bengkulu pada musim tanam pertama berjalan optimal sehingga mampu melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Serapan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah.
Baca juga: Bulog pastikan stok beras di Bengkulu cukup hingga akhir 2024
Baca juga: Bulog tambah stok MinyaKita di Bengkulu sebanyak 21,6 ton
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.