Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan penetrasi pasar kedirgantaraan yang lebih luas dapat memperkuat PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI.
Dia menyampaikan, dengan semakin masuk melakukan penetrasi ke pasar yang lebih luas, Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara dan kawasan-kawasan lainnya, diharapkan akan semakin mengembangkan dan memperkuat positioning PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI dalam pasar kedirgantaraan.
"Kita ingin membidik lonjakan pasar off-wing maintenance. Ini bisa dikatakan dari urusan manufaktur komponen, final assembly, flight test support, Maintenance, Repair, Overhaul (MRO) yang menjadi fokus kita saat ini juga, dan modernisasi sampai dengan warehousing suku cadang. Semua memiliki manfaat dan benefit," ujar AHY di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan, peluang yang Indonesia miliki terkait dengan ruang kedirgantaraan di Asia-Pasifik sangat besar, apalagi pasar aviasi regional telah tumbuh lebih dari 5 persen per tahun.
Ia menjelaskan, proyeksi kebutuhan pasar aviasi regional (regional aviation) di kawasan ini hingga tahun 2044, berdasarkan sumber dari Airbus, mencapai hampir 138 miliar dolar AS.
Baca juga: AHY: Kolaborasi PTDI dan BIJB kembangkan Kertajati hub kedirgantaraan
Baca juga: Menhub Dudy pastikan optimalisasi pemanfaatan Bandara Kertajati
Lebih lanjut, AHY mengatakan, kebutuhan pesawat penumpang baru bisa dikatakan hampir 50 persen dari kebutuhan atau permintaan global yakni lebih dari 19.000 unit.
Dikaitkan dengan pasar off-wing maintenance dan juga penyerapan lapangan pekerjaan, AHY menilai akan ada lonjakan yang signifikan dari periode 2025.
"Artinya, jika kita membidik pasar yang lebih luas, tentu start small, dimulai dari diri kita sendiri," kata AHY
Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, menjadi kawasan industri kedirgantaraan (Aerospace Park) guna memperkuat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut.
Ia menyebutkan Bandara Kertajati dapat menjadi pusat pengembangan industri kedirgantaraan nasional yang terintegrasi, tidak hanya sebagai bandara internasional, tetapi juga kawasan industri yang mendukung ekosistem aviasi secara utuh.
Selain MRO, dia menuturkan kawasan tersebut juga akan disiapkan untuk menarik industri manufaktur serta komponen pesawat agar dapat beroperasi di dalam satu ekosistem yang terintegrasi di Bandara Kertajati.
Baca juga: Indonesia diproyeksikan jadi pasar aviasi terbesar keempat dunia
Baca juga: GMF-Angkasa Pura perkuat fondasi permodalan dan ekosistem aviasi
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.