Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan santunan kepada sebanyak 57 ahli waris korban bencana hidrometeorologi di daerah itu.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky di Aceh Timur, Rabu, mengatakan penyaluran santunan tersebut merupakan tahap ketiga kepada korban meninggal dunia dan luka-luka.

"Penyaluran santunan merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak musibah banjir akhir November 2025," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Total santunan yang disalurkan mencapai Rp665 juta. Dari 57 penerima tersebut, sebanyak 38 diantaranya ahli waris korban meninggal dunia yang menerima total santunan Rp570 juta atau masing-masing Rp15 juta.

Baca juga: Keluarga korban banjir meninggal dunia dapat santunan Rp15 juta

Sedangkan santunan korban luka-luka sebanyak 19 orang dengan total santunan sebesar Rp95 juta. Adapun rinciannya, korban luka berat memperoleh Rp10 juta per orang dan korban luka ringan sebesar Rp5 juta per orang.

"Santunan yang disalurkan ini merupakan tahap ketiga. Sebelumnya, penyerahan tahap pertama dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Sumatera serta Menteri Sosial Republik Indonesia," kata Bupati.

Hingga penyaluran santunan tahap ketiga, jumlah ahli waris korban meninggal dunia yang telah menerima santunan mencapai 98 orang, korban luka-luka sebanyak 21 orang. Total santunan yang telah disalurkan mencapai Rp1,575 miliar.

Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan Kabupaten Aceh Timur merupakan daerah bencana dengan jumlah penerima terbesar dibanding kabupaten kota lain yang terdampak banjir di Pulau Sumatera.

"Semua bantuan ini merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto melalui kementerian terkait yang tergabung dalam Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana," katanya.

Selain santunan, pemerintah juga telah menyalurkan berbagai bantuan lainnya berupa bantuan isi hunian, bantuan stimulan sosial ekonomi, bantuan jaminan hidup, serta bantuan perabot rumah tangga bagi masyarakat terdampak banjir.

"Kami berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bantuan ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak musibah," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Sementara itu, Ketua Pokja Pemulihan Sosial Kementerian Sosial RI Hijrah Manfaluty mengatakan pemerintah terus berkomitmen memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang menjadi korban banjir di Kabupaten Aceh Timur.

Baca juga: Mensos: santuan kematian korban asap Rp15 juta

Baca juga: Kemensos serahkan santunan Rp2,92 miliar ke korban bencana di Agam

"Hingga saat ini, total santunan korban meninggal dunia dan korban luka-luka yang telah disalurkan di Kabupaten Aceh Timur mencapai Rp1,575 miliar," katanya.

Selain itu, Kementerian Sosial juga telah menyalurkan bantuan isi hunian kepada 7.618 keluarga senilai Rp22,8 miliar, bantuan jaminan hidup kepada 28.689 jiwa Rp38,77 miliar, serta bantuan stimulan sosial ekonomi bagi 7.618 kepala keluarga sebesar Rp38,09 miliar.

"Semua penerima bantuan ditetapkan melalui proses pendataan berjenjang hingga ditetapkan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sebelum diverifikasi secara nasional oleh Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Dukcapil," kata Hijrah Manfaluty.

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.