...Malapari merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel
Jakarta (ANTARA) - Peneliti Pusat Riset Botani Terapan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Danu mengungkapkan bahwa malapari merupakan tanaman yang menghasilkan minyak nabati sebagai bahan baku biodiesel sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
"Malapari merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Bahkan, minyaknya juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF)," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Danu menyebut salah satu keunggulan utama malapari adalah kemampuannya tumbuh pada lahan kritis maupun lahan marginal yang kurang produktif bagi tanaman pangan.
Ia menjelaskan sistem perakarannya memiliki bintil akar yang mampu mengikat nitrogen sehingga membantu memperbaiki kualitas tanah. Karakteristik tersebut menjadikan malapari sangat potensial untuk mendukung rehabilitasi lahan sekaligus menyediakan sumber energi terbarukan.
Baca juga: BRIN kembangkan inkubator percepat pembenihan ikan nila
Tidak hanya menghasilkan minyak untuk bioenergi, lanjut Danu, hampir seluruh bagian tanaman malapari memiliki nilai ekonomi. Bungkil hasil ekstraksi biji berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, sementara daunnya tengah dikembangkan sebagai bahan baku produk kosmetik melalui kolaborasi riset dengan mitra industri.
Dalam mendukung hilirisasi hasil riset, lanjut dia, Kelompok Riset Teknologi Makropropagasi BRIN juga membangun kolaborasi dengan sejumlah perusahaan dan instansi.
"Kami mengembangkan penanaman malapari di beberapa lokasi sebagai sumber bahan baku (feedstock). Pengembangannya dilakukan secara paralel dengan pembangunan fasilitas pengolahan sehingga ketika pasokan bahan baku sudah tersedia, industri pengolahannya juga telah siap beroperasi," ujar Danu menjelaskan.
Danu berharap masyarakat semakin mengenal malapari sebagai salah satu solusi dalam menghadapi tantangan penyediaan energi di masa depan. Pengembangan sumber energi berbasis nabati dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan.
"Kami telah berhasil menghasilkan biodiesel dari malapari. Harapannya, masyarakat semakin mengenal tanaman ini dan tertarik untuk ikut mengembangkannya. Bahkan, minat dari perusahaan-perusahaan luar negeri, termasuk Jepang, terhadap malapari sudah cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa tanaman yang tumbuh di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas bioenergi yang kompetitif di tingkat global," tutur Danu.
Baca juga: Peneliti BRIN soroti pendekatan teknologi untuk hindari kebakaran TPA
Baca juga: BRIN reaktivasi Reaktor Nuklir TRIGA 2000 guna perkuat riset Indonesia
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.