...Kami semula menyampaikan usulan anggaran belanja tambahan sebesar Rp101,68 triliun untuk pendanaan program kerja prioritas nasional sebagai arahan Bapak Presiden

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerima tambahan anggaran untuk Tahun Anggaran (TA) 2026 sebesar Rp57,71 triliun guna melanjutkan sederet Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang pendidikan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya semula menyampaikan usulan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp101, 68 triliun untuk pendanaan sejumlah program kerja prioritas nasional yang menjadi arahan langsung dari Presiden.

“Kami semula menyampaikan usulan anggaran belanja tambahan sebesar Rp101,68 triliun untuk pendanaan program kerja prioritas nasional sebagai arahan Bapak Presiden dan untuk penanganan layanan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatera. Adapun usulan ABT telah disetujui pada tanggal 28 Juni 2026 dengan total tambahan anggaran sebesar Rp57,71 triliun,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam Rapat Kerja Kemendikdasmen dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan penyaluran ABT dilaksanakan dalam dua tahap, yakni penyaluran tahap pertama sebesar Rp28,76 triliun dan tahap kedua sebesar Rp28,94 triliun.

Baca juga: Kemendikdasmen usul sejumlah penyesuaian tata tertib penggunaan gawai

Saat ini, pihaknya telah menerima penyaluran ABT tahap pertama, sehingga pagu Kemendikdasmen TA 2026 bertambah dari Rp50,02 triliun menjadi Rp78,79 triliun.

Adapun terkait alokasinya, ia merinci tambahan anggaran sebesar Rp37,32 triliun untuk keberlanjutan program revitalisasi satuan pendidikan, sebesar Rp9 triliun untuk keberlanjutan digitalisasi pembelajaran, termasuk di dalamnya penyaluran interactive flat panel (IFP), serta sebesar Rp9,12 triliun untuk pelaksanaan program Sekolah Nasional Terintegrasi.

Selain itu, ia menambahkan ABT juga akan diperuntukkan untuk bantuan pemulihan pascabencana sebesar Rp1,39 triliun, sebesar Rp 833,27 miliar untuk pemberian bantuan buku tulis dan sebesar Rp25,23 miliar untuk pembangunan studio guru.

Pada kesempatan sebelumnya (11/6), Mendikdasmen Mu’ti menyampaikan revitalisasi sekolah untuk tahun 2026 terus dipercepat dengan progres saat ini mencapai 70 persen dari alokasi 11.744 sekolah dan beberapa sekolah akan dapat digunakan untuk tahun ajaran baru.

Baca juga: Kemendikdasmen terima apresiasi hadirkan terobosan nyata Presiden

Dalam keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Mu’ti mengatakan telah melaporkan capaian perbaikan fasilitas sekolah pada tahun 2025 yang telah mencapai 16.167 satuan pendidikan, sesuai dengan target.

Adapun tahun ini, kata dia, revitalisasi ditargetkan terhadap total 71.744 sekolah di seluruh Indonesia, yang terbagi dalam 11.744 sekolah target awal dan 60.000 sekolah usulan tambahan dari Presiden.

Baca juga: Pemerintah rumuskan kebijakan tangani sekolah dengan siswa sedikit

Baca juga: Wamendikdasmen usul baca satu buku tiap minggu perkuat literasi murid

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.