Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan Kementerian Sosial memberikan pendampingan kepada Heru Baskoro, putra tokoh Proklamasi Kemerdekaan RI Sayuti Melik, sesuai dengan kebutuhan yang bersangkutan.
Saifullah Yusuf di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, mengatakan tim Kemensos telah menjemput Heru beserta istrinya ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi setelah menerima informasi mengenai kondisi keduanya.
"Setelah kita mendapat informasi, tim menjemput ke rumahnya untuk melakukan asesmen, kemudian sementara dibawa ke STPL Bekasi. Di sana akan diberikan layanan sesuai kebutuhan penerima manfaat, termasuk pendampingan dari dokter dan pendamping sosial," katanya.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan seluruh pendampingan ditanggung oleh Kemensos sambil menunggu penentuan langkah lanjutan sesuai hasil asesmen.
Ia menjelaskan penerima manfaat di STPL Bekasi memperoleh layanan residensial dan dapat kembali ke rumah apabila telah dinilai siap. Namun, masa layanan dapat diperpanjang sesuai hasil penilaian Kemensos.
Mensos juga memastikan biaya pengobatan Heru akan ditanggung pemerintah melalui koordinasi Kemensos dengan BPJS Kesehatan dan pihak terkait lainnya.
"Pokoknya kita akan asesmen, kita akan dampingi sesuai dengan kebutuhan. Nanti seperti apa, tentu akan kita lihat sesuai dengan perkembangan yang ada. Tapi pada prinsipnya, kita dampingi, kita layani," katanya.
Sebelumnya, Heru Baskoro, putra tokoh Proklamasi Kemerdekaan RI Sayuti Melik, bersama istrinya dikabarkan mengalami keterbatasan ekonomi dan penurunan kondisi kesehatan.
Keduanya tinggal di sebuah rumah kontrakan di Bekasi. Heru dilaporkan mengalami gangguan penglihatan, dengan mata kanan yang tidak lagi berfungsi, serta menderita diabetes.
Baca juga: Mengenal tokoh-tokoh penting proklamasi kemerdekaan Indonesia
Baca juga: Pengetik teks Proklamasi Sayuti Melik, ini sosoknya
Baca juga: Mengenal Sayuti Melik, sosok yang mengetik teks proklamasi
Pewarta: Prisca Triferna Violleta/Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.