Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyampaikan acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 akan dilakukan secara desentralisasi untuk lebih mendekatkan anak-anak di seluruh wilayah Indonesia.
"Ini seperti tahun lalu, didesentralisasi sampai ke tingkat desa dan sekolah-sekolah. Bertujuan untuk lebih mendekatkan anak-anak di seluruh wilayah Indonesia. Model peringatan yang terpusat, meskipun memiliki nilai simbolis yang penting, mungkin membatasi keterlibatan langsung dan berdampak nyata bagi anak-anak," kata Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus KemenPPPA, Ciput Eka Purwianti dalam media talk di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wujudkan lingkungan ramah anak,HAN 2026 momentum penguatan Gernas RANA
Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional 2026 dapat membawa warna dan nuansa baru yang lebih berdampak nyata ke kehidupan sehari-hari tanpa mengurangi konteks budaya lokal bagi anak-anak, sehingga menumbuhkan rasa kepemilikan dan partisipasi yang lebih mendalam.
"Ini mengubah acara dari sebuah tontonan yang bersifat top-down menjadi gerakan yang tumbuh dari akar rumput," kata Ciput Eka Purwianti.
Ada sejumlah kegiatan yang digelar dalam rangkaian Hari Anak Nasional 2026, yakni Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA), kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian), Jelajah SAPA, Lokakarya Forum Anak Nasional, Anak Goes to Istana Negara Jakarta.
Baca juga: Sung Kang ajak penggemar nobar trailer "Drifter", siap tayang 2026
Baca juga: Harganas, peran ayah perlu diperkuat guna cegah persoalan sosial anak
"Anak Goes to Istana Negara Jakarta merupakan kegiatan edukatif dan inspiratif yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal lingkungan dan sejarah Istana Presiden sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, kepemimpinan, cinta tanah air, serta keyakinan bahwa suara dan peran mereka penting bagi masa depan bangsa," kata dia.
Kemudian, Gerak Bersama Anak Indonesia, Kemudi Anak, Main Raya Anak Nusantara, dan Kunjungan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) ke Dufan.
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.