Oleh karena itu memang fokusnya adalah untuk rute-rute penerbangan perintis
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pesawat N219 karya produksi dalam negeri mendukung rute-rute penerbangan perintis.
Dia mengatakan, banyak kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia termasuk dari daerah-daerah yang membutuhkan konektivitas udara yang lebih taktis karena kondisi geografinya yang menantang dan tidak selalu terjangkau oleh pesawat-pesawat yang besar.
"Oleh karena itu memang fokusnya adalah untuk rute-rute penerbangan perintis. Dan di sinilah menjadi klop antara permintaan yang disampaikan oleh para kepala daerah maupun pelaku industri dan bisnis di daerah-daerah tersebut, mengapa? Karena infrastruktur yang terbatas," ujar AHY di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan, pesawat N219 ini memiliki kapasitas dan kemampuan yang juga bisa dikatakan efektif untuk bisa bermanuver di kondisi geografi yang tadi, penuh dengan tantangan, pegunungan, hutan lebat, dan lain sebagainya.
Kemudian secara teknis dikatakan cukup dengan landasan yang panjangnya kurang lebih 800 meter dan unpaved, artinya tidak harus panjang-panjang dan tidak harus dalam kondisi yang sangat tebal serta mulus karena memiliki karakteristik yang mampu untuk take off dan landing secara terbatas.
"Artinya kalau kita fokus pada sejumlah pesawat yang memang terus dikembangkan, terutama N219, ini benar-benar pengembangan dan produksi dalam negeri di mana komponen TKDN-nya sudah lebih dari 46 persen. Dan ini sesuatu yang sangat baik," kata AHY.
Sebagai informasi, BUMN kedirgantaraan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyiapkan N219 menjadi pesawat komersil untuk membawa penumpang atau kargo.
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan, pihaknya akan masuk (pasar pesawat) komersial, baik untuk penghubung di provinsi maupun untuk bisnis, N219 digunakan untuk penumpang atau kargo.
Menurut dia, saat ini mereka sambil berproses dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, melaksanakan peran sebagai Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO) yang mensertifikasi SDM lokal, guna mendukung pengembangan ekosistem dirgantara nasional termasuk untuk mendukung pengoperasian N219.
Nantinya, pesawat twin otter yang mampu mengangkut 19 penumpang itu, menurut Gita, dapat berfungsi efektif di bandara-bandara perintis dengan landasan pacu kurang dari satu kilometer dan belum beraspal.
Baca juga: PTDI siapkan N219 sebagai pesawat komersil
Baca juga: PTDI gandeng Scytalys Yunani ubah N219 jadi pengintai maritim canggih
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.