Jakarta (ANTARA) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat transformasi bisnis guna mendorong penciptaan nilai tambah ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam pernyataan di Jakarta, Rabu mengatakan, transformasi menjadi fondasi perusahaan dalam memperkuat daya saing melalui penerapan tata kelola yang baik, inovasi, digitalisasi, pengembangan kapabilitas organisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan.
Rivan mengatakan, langkah tersebut dilakukan selaras dengan arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, dengan menggeser strategi perusahaan dari orientasi pertumbuhan berbasis infrastruktur menuju penciptaan nilai berkelanjutan.
Pendekatan itu, menurut Rivan, membuat persero tidak hanya berfokus pada pembangunan dan pengoperasian jalan tol, tetapi turut membangun ekosistem infrastruktur transportasi yang mampu memperkuat konektivitas, menggerakkan perekonomian, serta meningkatkan pengalaman perjalanan masyarakat.
“Kami ingin infrastruktur yang dikelola Jasa Marga memberikan manfaat yang lebih besar dari sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Infrastruktur juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Inilah semangat infraculture yang terus kami bangun,” jelas Rivan.
Ia menjelaskan, Jasa Marga menjadi pengembang dan operator jalan tol terbesar di Indonesia karena saat ini menguasai 42 persen pangsa pasar panjang jalan tol komersial yang telah beroperasi atau sepanjang 1.294 kilometer. "Perseroan juga mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang mencapai 1.736 kilometer dan melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari," katanya.
Baca juga: Jasa Marga perkuat layanan berbasis teknologi utamakan keselamatan
Baca juga: Jasa Marga pacu pengelolaan "green toll" dan transformasi "rest area"
Rivan menjelaskan, skala pengelolaan tersebut mendorong perusahaan untuk terus memperkuat pengalaman pengguna jalan (customer experience) melalui pengembangan layanan berbasis teknologi, peningkatan keandalan operasional, serta penguatan kualitas interaksi dengan pengguna jalan.
Salah satu implementasi transformasi digital dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), pusat kendali operasional berbasis data yang mendukung pemantauan lalu lintas, penanganan insiden, serta pengambilan keputusan secara real-time.
Kehadiran JMTC memungkinkan seluruh kondisi dan data lalu lintas terintegrasi untuk mempercepat respons dan penanganan kendala darurat di lapangan.
Selain mengoptimalkan JMTC, pihaknya juga meningkatkan layanan personalisasi melalui aplikasi Travoy (Travel with Comfort and Joy). Hingga awal Juli 2026, jumlah pengunduh aplikasi tersebut telah mencapai lebih dari 1,3 juta pengguna.
Transformasi layanan turut dilakukan melalui penguatan pusat panggilan dengan mengubah nomor Call Center dari 14080 menjadi 133 yang memperoleh predikat Exceptional dan peringkat pertama dalam ajang Contact Center Service Excellence Award 2025.
Jasa Marga juga melakukan rejuvenasi rest area agar tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi berkembang menjadi destinasi yang mampu menghadirkan pengalaman perjalanan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Dari sisi kinerja, perusahaan ini mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal I 2026 dengan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun atau meningkat 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut didukung pendapatan tol sebesar Rp4,7 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp397,6 miliar. EBITDA perseroan juga tercatat Rp3,4 triliun dengan margin EBITDA sebesar 66,1 persen.
Ke depan, pihaknya terus melanjutkan pembangunan sejumlah ruas tol strategis, seperti Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, Jakarta–Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban.
Baca juga: Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun
Baca juga: Jasa Marga bukukan laba bersih Rp774,7 miliar pada kuartal I 2026
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.