Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meminta calon perwira remaja (Capaja) TNI dan Polri memiliki jiwa patriotisme yang tinggi dan adaptif akan perkembangan teknologi demi kebutuhan pertahanan negara.

Hal tersebut diungkapkan Sjafrie dalam akun instagram resminya @sjafrie.sjamsoeddin saat mengunggah foto dirinya memberikan pengarahan kepada Capaja TNI dan Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu

"Di tengah perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, ancaman siber, serta perang informasi, perwira TNI dan Polri dituntut unggul dalam pengetahuan, tangguh dalam karakter, adaptif terhadap perubahan, serta berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab," kata Sjafrie dalam keterangan yang dia unggah.

Menurut Sjafrie, sikap adaptif inilah yang akan membuat capaja semakin relevan dengan kebutuhan kebutuhan TNI dan Polri dalam menjaga negara di masa depan.

Di samping sikap adaptif akan perkembangan zaman, Sjafrie menekankan sikap profesional yang berlandaskan jiwa nasionalisme yang kuat juga harus dimiliki para capaja.

Dengan kuatnya unsur-unsur tersebut, Sjafrie yakin para capaja akan mampu memberikan kinerja terbaik kepada negara ketika sudah berdinas di kesatuan ataupun instansi masing-masing.

"Jadilah pemimpin yang mampu memberi arah, membangun kepercayaan, menjaga kehormatan institusi, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok," terang Sjafrie.

"Loyalitas TNI-Polri adalah kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan seluruh rakyat Indonesia," tambah dia.

Baca juga: Kemhan RI jalin kerja sama penguatan keamanan siber dengan Finlandia

Baca juga: Menhan kumpulkan Satgas PKH, Panglima TNI hingga Jaksa Agung hadir

Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.