Istanbul (ANTARA) - Perundingan antara Lebanon dan Israel di hari kedua, Rabu, yang digelar di Roma, Italia, telah berakhir setelah dilakukan pembahasan mengenai sejumlah isu yang diangkat kedua belah pihak, menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).

Pembicaraan tersebut secara khusus berfokus membahas berbagai isu berkaitan dengan dua "wilayah percontohan", menurut NNA, tetapi belum ada rincian lebih lanjut yang segera diungkapkan mengenai hasil sesi tersebut.

Sejak Selasa (14/7), Roma menjadi tuan rumah perundingan langsung putaran keenam antara Lebanon dan Israel, setelah lima putaran sebelumnya digelar di Washington, D.C. dengan menghasilkan penandatanganan sebuah perjanjian kerangka kerja.

Perjanjian tersebut mengatur penarikan bertahap atas pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki, dimulai dari dua "wilayah percontohan".

Baca juga: Lebanon dan Israel gelar putaran baru perundingan di Roma

Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga menyatakan perundingan di Roma itu berlangsung "produktif" dan dalam "suasana yang positif".

Perjanjian tersebut tidak menetapkan jadwal penarikan pasukan dan mengaitkannya dengan pengambilalihan tanggung jawab keamanan sepenuhnya oleh tentara Lebanon di wilayah-wilayah yang telah dikosongkan oleh pasukan Israel serta pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata non-negara, dengan merujuk secara khusus pada kelompok Hizbullah.

Perundingan di Roma berlangsung ketika Israel masih melanjutkan serangannya di Lebanon.

Menurut data resmi Lebanon, serangan sejak 2 Maret itu telah menewaskan sedikitnya 4.324 orang, melukai 12.223 orang, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi.

Israel hingga kini masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, yang sebagian di antaranya telah dikuasai selama beberapa dekade, sementara wilayah lainnya direbut selama perang 2023-2024.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump minta Israel tarik pasukan dari Lebanon dan Suriah

Baca juga: Militer AS akan ke Lebanon untuk dukung pelaksanaan gencatan senjata

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.