Tokyo (ANTARA) - Pemerintah Jerman dan Pemerintah Jepang tengah menyusun rencana kunjungan perdana Kanselir Jerman Friedrich Merz ke Jepang pada akhir Oktober.

Pertemuan tersebut kemungkinan akan berfokus pada isu keamanan, menurut seorang narasumber diplomatik pada Selasa.

Kanselir Merz dan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi diperkirakan akan membahas pengembangan pesawat nirawak (drone) serta penguatan kerja sama pertahanan, ujar sumber tersebut.

Kedua negara sama-sama menaruh perhatian terhadap risiko keamanan di Eropa akibat invasi Rusia yang masih berlangsung di Ukraina, dampak peperangan di Timur Tengah, serta sikap China yang semakin asertif di kawasan Indo-Pasifik.

Merz, yang mulai menjabat pada Mei 2025, diperkirakan akan mengunjungi Jepang pada 28 Oktober, kata sumber tersebut.

Ia kemudian dijadwalkan bertolak ke Korea Selatan pada 29 Oktober untuk menghadiri forum bisnis Jerman di kawasan Asia-Pasifik.

Jerman, yang terus meningkatkan kemampuan pertahanannya setelah pecahnya konflik antara Rusia dan Ukraina, tengah menjajaki kerja sama yang lebih luas dengan Jepang.

Negara tersebut memandang bahwa keamanan kawasan Eropa dan Indo-Pasifik saling berkaitan satu sama lain, di tengah kekhawatiran adanya dukungan dari China dan Korea Utara terhadap aktivitas militer Rusia di Ukraina.

Sementara itu, di bawah kepemimpinan Takaichi, Jepang tengah berupaya mempercepat pembangunan kekuatan pertahanan negara sebagai respons terhadap situasi keamanan yang semakin mengkhawatirkan di Asia Timur.

Perdana menteri perempuan pertama Jepang tersebut dikenal memiliki sikap yang tegas dan pendirian yang keras dalam urusan pertahanan serta perlindungan nasional.

Di sektor swasta, kerja sama antara perusahaan-perusahaan Jepang dan Eropa terkait pengembangan teknologi pesawat nirawak juga terus meningkat.

Kawasaki Heavy Industries Ltd., salah satu kontraktor terbesar alat-alat pertahanan di Jepang, pada akhir Juni lalu mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mengembangkan drone pertahanan dengan anak perusahaan Airbus SE, perusahaan kedirgantaraan terbesar di Eropa.

Sumber: Kyodo

Penerjemah: Uyu Septiyati Liman
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.