Program ini diarahkan untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi selama puluhan tahun....
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjajaki kerja sama pengembangan proyek karbon biru berintegritas tinggi dengan perusahaan solusi karbon asal Amerika Serikat (AS) Rubicon Carbon, sebagai bagian dari upaya memperluas investasi dan pengembangan pasar karbon di sektor kelautan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, mengatakan sinergi tersebut berpotensi mendatangkan investasi di bidang karbon, pengembangan teknologi, hingga pembiayaan inovatif untuk meningkatkan kualitas pengelolaan ekosistem karbon biru nasional, seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.
Dalam pertemuan dengan perwakilan Rubicon Carbon, di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (14/7), Trenggono mengatakan salah satu fokus pengembangan saat ini adalah revitalisasi kawasan pesisir Pantai Utara Jawa melalui restorasi mangrove yang dipadukan dengan perbaikan sistem budidaya tambak.
“Program ini diarahkan untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi selama puluhan tahun, sekaligus meningkatkan kapasitas penyerapan karbon dan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir,” kata dia.
Menurut Trenggono, pemanfaatan teknologi pemantauan untuk mengukur kondisi mangrove, padang lamun, dan terumbu karang akan menjadi bagian penting dalam penyusunan data karbon biru yang kredibel dan memenuhi standar internasional.
Sebagai bagian dari penjajakan kerja sama, KKP dan Rubicon Carbon akan membahas penyusunan studi kelayakan, pengembangan proyek percontohan, mobilisasi investasi, hingga akses terhadap pasar karbon internasional.
Tahapan tersebut diharapkan menghasilkan proyek karbon biru yang memenuhi standar global dan mampu menarik pembeli kredit karbon sejak tahap awal pengembangan.
Di sisi regulasi, KKP juga tengah merevisi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di sektor kelautan sebagai dasar pengembangan instrumen karbon biru.
Head of Asia and Head of Asset Management Rubicon Carbon Flora Ji mengatakan pihaknya melihat Indonesia memiliki peluang besar menjadi contoh pengembangan proyek restorasi mangrove berskala dunia.
"Kami sangat menantikan kerja sama dengan KKP serta menjajaki bagaimana mengembangkan proyek tingkat lanskap yang berkualitas tinggi di Indonesia. Kami berharap dapat menjadikannya contoh berskala kelas dunia tentang bagaimana mereplikasi solusi-solusi ini untuk memulihkan mangrove di seluruh dunia," ujarnya.
Chief Market Relations Officer Rubicon Carbon Filipe Blackwood Oliveira mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung proyek yang tidak hanya menghasilkan manfaat lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
KKP menegaskan seluruh pengembangan karbon biru akan mengedepankan prinsip keberlanjutan, tata kelola yang baik, serta pelibatan aktif masyarakat pesisir sebagai penerima manfaat utama.
Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, pengembangan karbon biru diharapkan menjadi instrumen penting dalam mendukung pencapaian target iklim nasional sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi biru Indonesia.
Baca juga: KKP dan NTB perkuat kerja sama ekonomi biru
Baca juga: Banyuwangi jadi tempat acara ASEAN-ID Blue pengembangan ekonomi biru
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.