Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan penguasaan algoritma media sosial menjadi kompetensi penting bagi humas pemerintah untuk membangun dan memelihara kepercayaan publik.
Dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, Nezar menilai komunikasi pemerintah tidak lagi cukup mengandalkan penyampaian informasi, tapi, harus mampu memahami cara kerja filter bubble, echo chamber (ruang gema) dan dinamika ruang digital agar pesan kebijakan menjangkau masyarakat secara efektif.
"Tujuan humas pemerintah adalah mempertahankan kepercayaan kepada pemerintah. Bagaimana caranya memelihara kepercayaan itu? Kita harus bisa meyakinkan publik bahwa pemerintah itu kompeten, jujur, adil, dan bertanggung jawab dalam memperjuangkan kepentingan publik," kata Nezar.
Baca juga: Algoritma media sosial tentukan cepatnya isu berkembang
Dia menjelaskan algoritma media sosial membentuk filter bubble dan echo chamber yang memengaruhi penyebaran informasi serta cara masyarakat memahami suatu isu. Sementara manusia tidak bisa mengubah algoritma.
Oleh karena itu, humas pemerintah perlu memahami logika media sosial agar mampu menyusun strategi komunikasi yang tepat di tengah ekosistem digital yang dikendalikan platform.
"Kalau kita sudah mempelajari logika media sosial, kita bisa memenangkan narasi itu, tahap demi tahap," jelas Nezar.
Keberhasilan komunikasi di ruang digital juga ditentukan oleh kemampuan memilih aktor yang tepat, menyusun pesan dengan diksi yang sesuai, serta menangkap momentum untuk mengubah arah percakapan publik. Kemampuan mendengar dan berpikir kritis menjadi bekal penting untuk mengidentifikasi celah informasi yang dapat diisi dengan narasi berbasis fakta.
Selain memahami dinamika media sosial, Nezar mendorong humas pemerintah memperkuat kemampuan analisis data untuk memetakan aktor, narasi, dan penyebaran isu sebagai dasar penyusunan strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran.
"Jadi, penting untuk membekali diri dengan instrumen-instrumen yang bisa mempertajam kemampuan kita mewartakan pesan secara lebih ilmiah," ujar dia.
Nezar menegaskan kepercayaan publik merupakan modal terpenting dalam komunikasi pemerintah. Oleh karena itu, setiap strategi komunikasi harus diarahkan untuk menjaga kredibilitas pemerintah melalui penyampaian informasi yang jujur, adil, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan publik.
Baca juga: Wamenkomdigi: Algoritma jadi bentuk baru penjajahan digital
Baca juga: Generasi muda diminta kritis hadapi algoritma media sosial
Baca juga: Menkomdigi minta Meta terbuka soal algoritma dan moderasi konten
Baca juga: Generasi muda perlu waspadai terbawa arus algoritma
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.