Beijing (ANTARA) - Produsen peralatan semikonduktor asal Belanda ASML pada Rabu (15/7) menaikkan proyeksi penjualannya untuk 2026, dengan alasan meningkatnya permintaan akan peralatan pembuatan cip akibat pesatnya perkembangan AI.

Presiden sekaligus CEO ASML Christophe Fouquet menyatakan perusahaan tersebut kini memperkirakan penjualan bersih pada 2026 akan mencapai antara 43 miliar euro (1 euro = Rp20.625) dan 45 miliar euro, dengan margin kotor sebesar 54 persen hingga 56 persen.

Proyeksi yang telah direvisi itu berada jauh di atas perkiraan perusahaan sebelumnya, yakni sebesar 34 miliar euro hingga 39 miliar euro yang dirilis pada awal tahun ini.

"Investasi terkait AI yang sedang berjalan serta kemajuan berkelanjutan dalam teknologi AI mendorong tingginya permintaan terhadap cip memori dan logika canggih, yang semakin memperkuat prospek pertumbuhan industri semikonduktor," papar Fouquet dalam sebuah siaran pers yang menyertai rilis laporan keuangan kuartal kedua (Q2) perusahaan itu.

Perusahaan yang berbasis di Veldhoven tersebut melaporkan penjualan bersih pada Q2 sebesar 9,3 miliar euro, melampaui ekspektasi pasar, sementara laba bersih mencapai 2,9 miliar euro. Untuk kuartal ketiga (Q3), ASML memperkirakan penjualan bersih akan berada di kisaran antara 11 miliar euro dan 12 miliar euro.

ASML merupakan pemasok terkemuka di dunia untuk sistem litografi ultraviolet ekstrem (extreme ultraviolet/EUV) komersial, yang sangat penting dalam manufaktur cip semikonduktor paling canggih di dunia, demikian warta Xinhua.


Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.