Jakarta (ANTARA) - PAM Jaya menyiapkan bantuan distribusi air bersih melalui mobil tangki secara gratis saat perawatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota yang dikelola oleh PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) pada Jumat (17/7) hingga Rabu (22/7).
Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, mengatakan mobil tangki itu diperuntukkan bagi pelanggan rumah tangga maupun kebutuhan darurat di fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan yayasan sosial.
“Pelanggan yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Call Center PAM Jaya 1500 223,” kata Syahrul di Jakarta, Kamis.
PAM Jaya pun mengimbau agar pelanggan di wilayah terdampak untuk menampung air sebagai persediaan sebelum pekerjaan dimulai dan menggunakan air secara bijak selama masa perawatan berlangsung.
Menurut Syahrul, pasokan air diprakirakan akan kembali normal secara bertahap mulai Kamis (23/7).
“PAM Jaya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta dukungan pelanggan selama proses perawatan berlangsung,” katanya.
Dengan adanya pekerjaan ini, tambah dia, diharapkan keandalan layanan air minum kepada masyarakat dapat terus terjaga dengan lebih baik di masa mendatang.
Selama proses perawatan berlangsung, Syahrul menyebut pasokan air yang dialirkan dari IPA Hutan Kota menuju jaringan distribusi PAM Jaya akan mengalami penyesuaian.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan berkurangnya tekanan air hingga penghentian sementara aliran air bagi sekitar 55.272 pelanggan di wilayah Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Kapuk Muara, Kamal Muara, Kamal, Pegadungan, dan Tegal Alur.
Baca juga: PAM Jaya akan lakukan perawatan IPA Hutan Kota pada Rabu hingga Jumat
Baca juga: PAM Jaya siapkan 70 mobil tangki gratis saat penghentian layanan air
Baca juga: PAM Jaya hentikan sementara pasokan air bersih di 45 kelurahan
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.