Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyampaikan Hari Populasi Sedunia merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu kependudukan yang berpengaruh terhadap pembangunan berkelanjutan.

Dwi dalam seminar daring bertema "2045 Itu Kita: Mimpi Besar, Aksi dari Sekarang" yang diadakan Kamis, mengatakan, Provinsi DKI Jakarta sedang berada pada periode bonus demografi.

Yaitu, kondisi jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar persentasenya dibandingkan dengan jumlah penduduk usia non-produktif (kurang dari 15 tahun atau di atas 64 tahun).

Kondisi ini, sambung Dwi, memberikan peluang untuk percepatan pembangunan, meningkatkan tingkat kesejahteraan, dan meningkatkan peringkat Jakarta dalam daftar kota global.

"Angkatan muda Jakarta persentasenya mencapai 71 persen. Inilah yang menjadi potensi luar biasa untuk kita siapkan, mewujudkan cita-cita Indonesia emas tahun 2045 dan juga cita-cita Jakarta sebagai kota global yang kita harapkan di 2045 nanti kita berada di top 20," jelas Dwi.

Dia mengatakan, generasi muda Jakarta harus disiapkan agar cerdas, produktif, inovatif, cinta damai, bermoral baik, berkarakter kuat, sehat, dan unggul.

Untuk itu, mereka harus terus mendapat kesempatan mengenyam pendidikan dan bekerja maupun membangun bisnis sendiri.

"Tenaga pendidik mempunyai peran yang luar biasa. Demikian juga mereka atau pihak-pihak yang banyak mempunyai pengaruh, kemudian juga bisa membentuk anak muda ini dengan aktivitas-aktivitas positif di luar sekolah," kata Dwi.

Adapun Hari Populasi Sedunia (World Population Day) diperingati setiap 11 Juli. Tahun ini, Hari Kependudukan Sedunia mengusung tema "Mewujudkan Harapan dan Aspirasi Orang Muda Hari ini dan untuk Masa Depan".

Baca juga: Kemendukbangga libatkan generasi muda dalam kebijakan kependudukan

Baca juga: Usia produktif perlu bekerja di sektor layak demi raih bonus demografi

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.