Sebisa mungkin kita harus siap, karena memang mungkin biar masyarakat lebih terfokus dari satu tempat. Apalagi lokasi kami dekat dengan kelurahan, jadi masyarakat lebih mudah

Jakarta (ANTARA) - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyatakan kesiapan untuk menjalankan peran sebagai penyalur bantuan sosial (bansos) dan offtaker hasil pertanian masyarakat sesuai arahan pemerintah.

Pengelola gerai KDMP Tamanmartani Prima Shintalia mengatakan koperasinya siap mendukung kebijakan tersebut karena memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat mempermudah akses warga terhadap program pemerintah.

“Sebisa mungkin kita harus siap, karena memang mungkin biar masyarakat lebih terfokus dari satu tempat. Apalagi lokasi kami dekat dengan kelurahan, jadi masyarakat lebih mudah,” kata Prima saat ditemui ANTARA di Kantor Kementerian Koperasi Jakarta, Kamis.

Menurut dia, penyaluran bantuan melalui koperasi juga dapat memberikan manfaat bagi koperasi sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat sebagai anggota.

“Pemerintah kalau bisa (menyalurkan bantuan) lewat koperasi lebih enak, koperasi juga ada keuntungan walaupun sedikit. Penerima bantuan juga tidak sedikit,” ujarnya.

Selain mendukung penyaluran bansos, Prima mengatakan KDMP Tamanmartani juga siap mengembangkan peran sebagai offtaker yang menyerap hasil pertanian masyarakat.

Ia menyebut rencana tersebut akan dilakukan melalui penguatan unit usaha pertanian koperasi, termasuk menyerap hasil panen petani untuk kemudian diolah dan dipasarkan.

Baca juga: Mensos: Pemerintah siapkan skema penyaluran bansos lewat KDMP

Baca juga: Kemensos dorong penerima bansos jadi anggota dan belanja di KDMP

“Petani itu nanti menyetor gabah ke KDMP, kemudian KDMP mengolah. Kalau sudah, kita bisa supply ke MBG (Makan Bergizi Gratis). Rencananya ke depan seperti itu,” kata Prima.

Untuk mendukung fungsi tersebut, Prima mengatakan KDMP Tamanmartani telah memiliki sumber pembiayaan dari kemitraan dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi serta modal internal koperasi yang berasal dari simpanan anggota yang berjumlah 1.121 anggota.

Meski demikian, ia mengatakan pengembangan peran sebagai offtaker masih membutuhkan dukungan infrastruktur, terutama peralatan pengolahan hasil pertanian seperti mesin pengering dan mesin penggiling yang membutuhkan investasi besar.

KDMP Tamanmartani yang mulai beroperasi sejak Juli 2025 telah menjalankan sejumlah unit usaha, antara lain gerai sembako, usaha pertanian, klinik, apotek, serta budidaya ikan melalui bantuan pemerintah.

Koperasi tersebut juga telah memasok kebutuhan ke lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7), pemerintah memutuskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu jalur penyaluran bansos, barang subsidi, sekaligus offtaker hasil panen petani, khususnya gabah, beras dan jagung.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Koperasi Desa Merah Putih merupakan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat.

Selain itu, KDKMP juga akan berperan sebagai offtaker apabila harga komoditas pertanian seperti gabah dan jagung berada di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain-lain di bawah harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah, maka koperasi dia bisa offtaker sebagai pembeli dari produk-produk pertanian yang sudah ditentukan harganya oleh pemerintah," ujar Zulhas.

Baca juga: Kemenkop siapkan model bisnis khusus Koperasi Merah Putih di perkotaan

Baca juga: Menko Pangan sebut MBG libatkan 148 ribu pemasok pangan lokal

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.