Terdapat tiga agenda utama yang dilaksanakan secara simultan dalam upaya penguatan sektor pangan lokal tersebut

Bandarlampung (ANTARA) - ​Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kementerian Perindustrian menggelar rangkaian kegiatan strategis guna mengawal hilirisasi komoditas singkong dan meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) di Provinsi Lampung.

"Terdapat tiga agenda utama yang dilaksanakan secara simultan dalam upaya penguatan sektor pangan lokal tersebut," kata Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita, pada hilirisasi berbasis agro dan peningkatan daya saing IKM pangan di Bandarlampung, Kamis.

Dia menyebutkan agenda pertama difokuskan pada sosialisasi hilirisasi pengembangan komoditas olahan singkong di Provinsi Lampung.

Reni menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran para pelaku IKM, perangkat daerah, serta pemangku kepentingan mengenai pentingnya diversifikasi produk olahan singkong.

​"Upaya ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri berbasis pangan lokal," ujar dia.

Selain itu, melalui kegiatan ini Kemenperin juga menyosialisasikan program Dana Alokasi Khusus (DAK) serta membuka peluang kemitraan strategis antara IKM dengan industri skala besar maupun faktor pendukung ekonomi lainnya.

Baca juga: Unila gandeng BRIN bentuk Pusat Kolaborasi Riset Singkong

Baca juga: Unila hasilkan singkong unggul dengan inovasi teknik sambung

Kedua, yaitu bimbingan teknis keamanan pangan dan diversifikasi komoditas olahan singkong bagi IKM. Pelatihan intensif yang digelar selama dua hari ini diikuti oleh 30 pengusaha IKM Mocaf dan tapioka dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Sementara itu, pada agenda ketiga, Kemenperin melaksanakan kegiatan diseminasi restrukturisasi mesin dan peralatan bagi IKM pangan.

"Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam mengenai pemanfaatan program subsidi peremajaan mesin guna meningkatkan produktivitas hilir IKM," ujar Reni.

Dia dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Lampung serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi aktif.

"Sinergi dan kolaborasi antara Kemenperin dan pemerintah daerah diharapkan dapat memajukan industri pangan lokal," pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 80 peserta. terdiri atas 50 orang perwakilan instansi daerah dan 30 peserta lainnya merupakan pengusaha IKM modified cassava flour (Mocaf) dan tapioka se-Provinsi Lampung.

Baca juga: Menteri Pertanian pastikan atasi persoalan singkong di Lampung

Baca juga: ESDM gandeng industri singkong hingga tebu genjot produksi etanol

Baca juga: Mentan minta industri utamakan serap singkong domestik

Pewarta: Agus Wira Sukarta
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.