Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat mengutamakan penanganan peserta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan melalui terapi di puskesmas sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Ilmi Tri Indiarto mengatakan setiap temuan yang diperoleh dari hasil skrining CKG langsung ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan di puskesmas sesuai kondisi peserta.

"Jika terdapat temuan saat CKG, langsung ditindaklanjuti oleh petugas puskesmas yang bertugas. Seperti peserta diabetes melitus sudah diberikan terapi langsung dengan diberikan obat, jika butuh rujukan akan dibuatkan rujukan," kata Ilmi kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan sebagian besar peserta CKG merupakan masyarakat yang datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, sehingga tidak seluruhnya membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit.

Menurut dia, peserta yang terdeteksi memiliki faktor risiko atau penyakit tertentu umumnya terlebih dahulu mendapatkan pengobatan di puskesmas dan diminta menjalani kontrol berkala untuk memantau perkembangan kondisinya.

"Secara umum yang dilakukan CKG adalah orang yang sehat jadi jarang langsung diberikan rujukan. Biasanya diberikan obat dari puskesmas dan diminta kontrol kembali, bila tidak ada perbaikan baru kita berikan rujukan," ujarnya.

Selain memastikan tindak lanjut bagi peserta, Sudin Kesehatan Jakarta Pusat juga melakukan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian terhadap pelaksanaan program CKG di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Ilmi mengatakan pembinaan tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta penguatan promosi kesehatan agar masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit.

Program Cek Kesehatan Gratis merupakan layanan skrining kesehatan yang bertujuan mendeteksi dini faktor risiko penyakit sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif.

Melalui tindak lanjut di tingkat puskesmas, pemerintah berharap kondisi kesehatan masyarakat dapat ditangani lebih cepat sehingga mengurangi risiko berkembangnya penyakit yang lebih berat.

"Sudin melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian, memberikan peningkatan wawasan bagi petugas kesehatan di fasyankes serta promosi kesehatan terkait pencegahan dan penanggulangan penyakit," katanya.

Baca juga: Mayoritas warga Jakpus dalam kondisi kesehatan baik dari hasil CKG

Baca juga: Cakupan CKG Jakarta Pusat capai 274.925 warga

Baca juga: Pemkot Jaktim perluas layanan jemput bola CKG ke sekolah dan komunitas

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.