Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menargetkan pembangunan relokasi tahap pertama SMK Negeri 1 Gido di Desa Somi, Kabupaten Nias rampung dikerjakan pada November 2026.

Setelah rampung dikerjakan nanti, lanjut dia, dapat segera digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada pertengahan tahun ajaran 2026/2027.

"Gedung SMK yang sekarang adalah lahan pertanian basah, hujan dikit langsung tergenang dan di dekatnya ada muara. Ada laporan pernah lihat buaya, jadi bahaya. Jadi, kita pindahkan ke sini," kata Bobby setelah meninjau pembangunan relokasi SMK Negeri 1 Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Kamis.

Gubernur mengatakan relokasi SMK Negeri 1 Gido ini kompetensinya mempelajari Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT), dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat Nias.

Baca juga: Pemprov Sumut bangun SMK pariwisata konsep sekolah asrama di Samosir

Lahan seluas dua hektare yang digunakan untuk pelaksanaan pembangunan SMK Negeri 1 Gido ini merupakan hibah dari warga setempat atas nama Faonasekhi Lawolo.

SMK Negeri 1 Gido di Jalan Pantai Somi, Desa Somi, Kabupaten Nias selama ini kerap terendam banjir dan minim fasilitas serta kurang representatif.

"Kami tidak ada pengadaan lahan, Pak Faonasekhi Lawolo menghibahkan tanahnya seluas dua hektare, kami sangat berterima kasih," ujar Bobby didampingi Bupati Nias Yaatulo Gulo.

Untuk tahap pertama ini, kata Gubernur, fasilitas SMK Negeri 1 Gido yang akan dibangun meliputi ruang kepala sekolah, ruang praktik, dua ruang kelas, toilet, menara air, dan sumur bor.

Selain itu, akan dibangun pula sarana penunjang, seperti podium, area parkir, jalan lingkungan sekolah, pagar, dan fasilitas lainnya.

Sedangkan akses menuju sekolah, Pemerintah Provinsi Sumut telah menghibahkan anggaran sebesar Rp5 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Nias untuk pembangunan jalan.

"Setelah selesai nanti bisa langsung dipakai. Kalau untuk jalan menuju ke sini, kita sudah hibahkan ke Kabupaten Nias Rp5 miliar. Jadi, jalannya kabupaten yang bangun," kata Bobby.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan beasiswa kepada tiga siswa SMK Negeri 1 Gido untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Kalian mau kuliah di mana, kami akan bantu beasiswa. Catat nama-namanya pak Kadis (Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Sumut Alexander Sinulingga)," tutur Bobby.

Faonasekhi Lawolo, pemberi hibah lahan SMK Negeri 1 Gido mengaku bahagia karena dapat berkontribusi dalam pembangunan sekolah di desanya.

Baca juga: Perusahaan Jepang tertarik rekrut tenaga kesehatan dari Sumut

Baca juga: 1.000 SMK Sumut laksanakan ujian nasional

Pihaknya berharap keberadaan SMK Negeri 1 Gido baru nantinya dapat melahirkan generasi yang mampu memajukan daerahnya ke depan.

"Mudah-mudahan anak cucu kami nanti, terus bisa merasakan sekolah ini. Semakin bagus, mereka semakin pintar. Bisa buat maju kampung kami, dan buat kampung kami bangga," kata Faonasekhi.

Fani Putri Zelita Gulo, siswa SMK Negeri 1 Gido menyambut gembira atas pembangunan sekolah baru tersebut.

Menurutnya, kondisi sekolahnya saat ini sering terdampak banjir, sehingga mengganggu proses belajar mengajar sehari-hari.

"Kalau hujan itu pak, banjir. Lantainya tergenang air, atapnya bocor, jadi kami enggak belajar. Terus ikan yang di kolam untuk laboratorium kami hilang semua dibawa banjir, ngulang lagi kami pembibitan ikan," kata Fani.

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.