Saya kira semua sudah ada, hanya memang beberapa alat itu sudah agak ketinggalan zaman, tidak sesuai dengan permintaan negara-negara tujuan ekspor kita

Tangerang (ANTARA) - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta agar pemerintah melalui lembaga terkait untuk bisa memberikan kemudahan terhadap proses sertifikasi kekarantinaan agar dapat mendongkrak ekspor komoditas nasional.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari di Tangerang, Banten, Jumat mengatakan bahwa permintaan kemudahan terhadap kekarantinaan ini juga diharapkan bisa menghentikan ketergantungan sertifikasi laboratorium dari negara tetangga akibat keterbatasan alat uji di dalam negeri.

"Ada beberapa jenis ekspor kita yang cari sertifikasi labnya itu harus ke negara tetangga kita," katanya.

Komisi IV DPR RI menilai, bahwa kelengkapan laboratorium ketahanan pangan yang mencakup sektor tumbuhan, perikanan, peternakan, hingga bahan pangan dan pakan ternak sebenarnya sudah memadai.

Namun demikian, yang menjadi persoalan utama terletak pada aspek teknologi yang mulai usang sehingga proses sertifikasi mengalami

"Saya kira semua sudah ada, hanya memang beberapa alat itu sudah agak ketinggalan zaman, tidak sesuai dengan permintaan negara-negara tujuan ekspor kita," ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan alat laboratorium yang belum memenuhi standar internasional ini berdampak langsung pada kelancaran ekspor. Akibatnya, sejumlah komoditas ekspor asal Indonesia terpaksa harus dikirim ke negara tetangga terlebih dahulu hanya untuk mendapatkan sertifikasi laboratorium tertentu.

"Kita sepakat dengan teman-teman Komisi IV, kita akan bawa ke rapat untuk kita dukung sepenuhnya agar kita tidak lagi harus kirim ke negara tetangga hanya karena kita enggak punya alatnya," tegasnya.

Menurutnya, pembenahan dan modernisasi alat laboratorium ini harus menjadi prioritas utama pemerintah. Selain mempermudah para pelaku usaha domestik, langkah ini diyakini akan langsung meningkatkan volume ekspor nasional.

Selain itu, modernisasi fasilitas pengujian ini juga dinilai akan memberikan dampak positif bagi kas negara melalui peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Kami, Insya Allah kami dukung sepenuhnya semaksimal mungkin. Bahwa kalau alat-alat ini kita dukung, pasti PNBP juga akan naik," tuturnya.

​Komisi IV DPR RI juga memastikan akan segera membawa permasalahan ini untuk diusulkan dalam pengajuan anggaran dan program modernisasi alat laboratorium ini ke rapat kerja bersama kementerian terkait demi mendorong daya saing produk Indonesia di pasar global.

"Artinya ini tidak memadai. Tapi juga kita tidak mengandalkan itu. Laboratorium penunjang yang lain ini saya kira cukup banyak dan kita maksimalkan," kata dia.

Baca juga: Karantina Babel dampingi UMKM ekspor daun bambu ke Inggris

Baca juga: Barantin garansi layanan bebas pungli bagi eksportir guna daya saing

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.