Pekanbaru, (ANTARA) - Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menyatakan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau meluas hingga mencapai 80 hektare.

Kepala Balai Dalkarhut Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan karhutla tersebut terjadi di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. Di lokasi itu pemadaman ditangani tiga regu Manggala Agni dari Daerah Operasi Siak, Dumai, dan Pekanbaru.

"Untuk operasi pemadaman Pematang Pudu, Mandau, Bengkalis estimasi luasan mencapai sekitar 80 hektare per hari ini," katanya dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Jumat.

Dia mengatakan kondisi masih berasap pekat. Angin kencang serta bahan bakaran kering yang melimpah mempercepat penyebaran api. Tiga unit helikopter waterbombing juga sudah dikerahkan ke lokasi membantu tim darat.

Baca juga: Kemenhut catat luas karhutla Riau 2026 capai 15.477,9 hektare

Selain Manggala Agni, turut melaksanakan pemadaman TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta masyarakat. Pemadaman oleh Manggala Agni telah dilakukan sejak Rabu (15/7).

"Lokasinya di perbatasan dengan Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Vegetasinya pakisan dan semak. Bahan bakaran melimpah, api masih aktif," ungkapnya.

Dia menambahkan, mobilisasi tim ke Pematang Pudu dilakukan dengan menggunakan sampan. Akibatnya pemadaman butuh waktu bergerak yang lebih lama.

Selain di Bengkalis, Manggala Agni juga masih melakukan operasi pemadaman seluas 10 ha di Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir. Pemadaman telah dilakukan selama empat hari oleh Manggala Agni Daops Dumai.

Kebakaran lahan juga terdeteksi di Sontang, Rokan Hulu, namun Manggala Agni masih mencoba mencari akses menuju lokasi. Satu regu Manggala Agni Daops Pekanbaru sudah siaga di pondok kerja untuk mencari akses tersebut.

Baca juga: BNPB: Kebakaran lahan 4,37 hektare di Bontang berhasil dipadamkan

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.