Jakarta (ANTARA) - Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) menilai langkah Bank Jakarta yang menghormati proses hukum terkait fasilitas kredit kepada PT RMU merupakan bentuk penerapan Good Corporate Governance (GCG) sekaligus penghormatan terhadap mekanisme penegakan hukum yang berlaku.

“Hasil pemantauan dan investigasi yang dilakukan organisasinya menunjukkan bahwa aktivitas operasional maupun pelayanan Bank Jakarta kepada nasabah tetap berjalan normal di tengah proses hukum yang sedang berlangsung,” kata Ketua Umum KAMAKSI Joko Priyoski di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pernyataan resmi manajemen Bank Jakarta yang menyatakan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum mencerminkan sikap transparan serta tanggung jawab korporasi dalam menghadapi setiap proses hukum.

"Kami memandang sikap Bank Jakarta yang menyatakan kooperatif kepada aparat penegak hukum merupakan langkah yang tepat,” kata Joko.

Ia menilai komitmen terhadap transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

Joko mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap suatu lembaga ataupun individu sebelum terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Menurut dia, setiap proses penyelidikan maupun penyidikan merupakan bagian dari sistem penegakan hukum yang harus dihormati tanpa disertai pembentukan opini yang berpotensi menyesatkan publik.

Ia menambahkan perlu dibedakan antara proses hukum dengan putusan hukum.

Ketika sebuah institusi memilih bersikap terbuka dan kooperatif, hal itu justru menunjukkan penghormatan terhadap mekanisme hukum yang berlaku.

“Prinsip praduga tak bersalah harus tetap menjadi acuan bersama," katanya.

Ia juga menilai pemberitaan mengenai perkara hukum perlu disampaikan secara proporsional agar tidak memunculkan spekulasi yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

“Kami mengapresiasi penegasan manajemen Bank Jakarta yang memastikan seluruh aktivitas operasional perusahaan serta layanan kepada nasabah tetap berlangsung sebagaimana mestinya,” kata dia.

Joko menyebut stabilitas operasional merupakan aspek penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap industri perbankan.

Berdasarkan hasil pemantauan organisasinya, tidak ditemukan gangguan terhadap layanan maupun aktivitas bisnis Bank Jakarta selama proses hukum berlangsung.

"Hasil pemantauan kami menunjukkan pelayanan kepada nasabah tetap berjalan normal. Hal ini menandakan bahwa proses hukum yang sedang berlangsung tidak memengaruhi kualitas pelayanan maupun operasional perusahaan," ujarnya.

Ia menambahkan kemampuan menjaga keberlangsungan layanan di tengah dinamika eksternal menjadi salah satu indikator profesionalisme sebuah lembaga keuangan.

Dirinya menilai komitmen Bank Jakarta dalam memperkuat sistem pengendalian internal, kepatuhan, serta manajemen risiko menjadi bagian penting dari transformasi perusahaan menuju tata kelola yang lebih baik.

Menurutnya, penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) menjadi fondasi utama bagi bank daerah untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

"Transformasi yang dilakukan Bank Jakarta patut diapresiasi. Penguatan pengendalian internal, kepatuhan, serta manajemen risiko merupakan elemen penting dalam membangun lembaga keuangan yang sehat, transparan, akuntabel, dan dipercaya publik," jelasnya.

Baca juga: Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Kenaikan Suku Bunga

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.