Jakarta (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Pusat mendukung peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan fotografi produk sebagai bagian dari program Business Development Services (BDS).

Penyuluh Pajak Ahli Madya Kanwil DJP Jakarta Pusat Herman Setyawan mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali pelaku UMKM dengan keterampilan memasarkan produk secara lebih efektif melalui penyajian visual yang menarik.

"Melalui kegiatan BDS ini, kami berharap para pelaku UMKM tidak hanya semakin memahami pentingnya menghasilkan foto produk yang menarik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk memasarkan produknya secara lebih efektif," kata Herman dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan kegiatan bertema "Foto Produk Berkualitas, Usaha Makin Naik Kelas" itu diikuti perwakilan pelaku UMKM yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Pusat.

Menurut Herman, DJP tidak hanya menjalankan fungsi menghimpun penerimaan negara, tetapi juga memberikan pendampingan kepada wajib pajak, khususnya pelaku UMKM, agar mampu mengembangkan kapasitas usahanya secara berkelanjutan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi fotografi produk menggunakan ponsel dari fotografer profesional Ilham Hanifa.

Materi mencakup teknik memanfaatkan pencahayaan, menyusun komposisi, menata produk, memilih sudut pengambilan gambar, hingga penyuntingan foto menggunakan aplikasi yang mudah diakses.

Pelatihan tersebut diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan pelaku UMKM untuk memanfaatkan pemasaran digital.

Foto produk yang berkualitas dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen, meningkatkan daya tarik produk, serta memperluas peluang pemasaran di berbagai platform perdagangan elektronik.

Selain pelatihan fotografi, peserta juga memperoleh materi mengenai akses pembiayaan usaha dari Area Micro & Pawning Manager BSI Siti Syamsiah.

Materi itu memperkenalkan berbagai alternatif pembiayaan formal beserta persyaratan yang perlu dipersiapkan pelaku UMKM sesuai kebutuhan usahanya.

Herman berharap kombinasi pelatihan pemasaran digital dan pemahaman mengenai akses pembiayaan dapat menjadi bekal bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha di tengah pertumbuhan ekonomi digital.

"Kami ingin kehadiran DJP dapat memberikan nilai tambah bagi wajib pajak melalui pendampingan yang mendukung pertumbuhan usaha sehingga UMKM dapat terus berkembang dan naik kelas," ujarnya.

Baca juga: APINDO sebut ION jadi solusi percepat digitalisasi UMKM

Baca juga: Menkeu: Pemerintah salurkan pembiayaan Rp65 triliun ke 14,9 juta UMKM

Baca juga: BPOM permudah izin UMKM untuk masuk kopdes

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.