Robot tidak akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia, melainkan menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru yang membutuhkan kemampuan dengan nilai tambah lebih tinggi.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) mengatakan bidang robotika dapat menjadi peluang karier baru bagi para lulusan jenjang pendidikan SMK.
Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan mengatakan industri manufaktur, logistik, otomotif, makanan dan minuman, elektronik hingga pergudangan semakin banyak mengadopsi sistem otomasi dan robotika.
“Kebutuhan tenaga kerja pun mulai bergeser dari pekerjaan yang manual menuju pekerjaan yang menuntut kemampuan mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan sistem otomatis,” kata Arie dalam webinar bertajuk Menciptakan Masa Depan: Robotika sebagai Peluang Karier bagi Murid SMK di Jakarta Pusat pada Jumat.
Robot, kata dia, tidak akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia, melainkan menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru yang membutuhkan kemampuan dengan nilai tambah lebih tinggi.
Adapun beberapa pekerjaan yang dibutuhkan, antara lain integrasi sistem, pemrograman, pemeliharaan robot, analisis data, hingga pengembangan solusi berbasis otomasi.
Karena itu, ia menilai robotika bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi telah menjadi bagian dari operasional berbagai sektor industri.
“Robotika ini sebenarnya bukan sekadar teknologi masa depan, tetapi telah menjadi bagian dari berbagai sektor industri saat ini. Perkembangannya membuka peluang karier yang sangat luas bagi siswa-siswa kita,” katanya.
Sejalan dengan kondisi tersebut, ia menilai para lulusan SMK telah memiliki fondasi yang kuat melalui berbagai kompetensi keahlian yang selama ini dikembangkan melalui kurikulum, seperti teknik mekatronik, teknik elektronika industri, teknik otomasi industri, teknik permesinan, teknik tenaga listrik, rekayasa perangkat lunak, serta teknik komputer dan jaringan (TKJ).
Untuk itu, Arie menekankan pentingnya pembelajaran berbagai kompetensi tersebut tidak lagi berjalan secara terpisah, mengingat dunia kerja saat ini menuntut penguasaan berbagai bidang ilmu secara terpadu.
Baca juga: Kemendikdasmen perkuat kompetensi guru vokasi seni budaya
Baca juga: Wamendikdasmen: Revitalisasi SMK wujudkan pendidikan vokasi bermutu
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.