Melalui program ini seluruh tunggakan pendidikan telah dibayarkan, sehingga seluruh ijazah berhasil ditebus dan diserahkan kepada masing-masing penerima manfaat
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) memfasilitasi program tebus ijazah bagi puluhan anak lulusan SMP dan SMK di Kota Bogor, Jawa Barat, guna membuka kembali kesempatan mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Hasim dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan program penebusan ijazah tersebut menyasar 21 anak penerima manfaat yang dokumen kelulusannya sempat tertahan akibat kendala tunggakan biaya sekolah.
"Melalui program ini seluruh tunggakan pendidikan telah dibayarkan, sehingga seluruh ijazah berhasil ditebus dan diserahkan kepada masing-masing penerima manfaat," kata dia.
Baca juga: Pemkot Jakbar-Baznas Bazis tebus izajah 118 siswa terkendala ekonomi
Hasim menjelaskan program tebus ijazah tersebut merupakan salah satu bagian dari rangkaian bakti sosial terpadu yang diinisiasi Kemensos melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Cibinong dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan' ini digelar secara komprehensif untuk memberikan layanan sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan riil masyarakat rentan di Kota Hujan tersebut.
Secara keseluruhan bakti sosial terpadu tersebut berhasil menjangkau sekitar 270 penerima manfaat dengan akumulasi nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp549.019.000.
"Bakti sosial terpadu merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan," kata Hasim.
Baca juga: Kemensos salurkan asistensi rehabilitasi sosial di Pasaman Barat
Selain intervensi di sektor pendidikan, Kemensos juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) kepada 143 penerima manfaat yang terdiri atas anak-anak, kelompok rentan, korban penyalahgunaan napza, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia (lansia).
Bantuan Atensi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan individu masing-masing, meliputi paket nutrisi, alat bantu mobilitas seperti 28 kursi roda, alat bantu dengar, kaki dan tangan palsu, hingga 13 paket bantuan kewirausahaan.
Penyelenggaraan bakti sosial ini turut dimeriahkan dengan layanan kesehatan gratis berupa operasi katarak bagi 21 warga kurang mampu, khitanan massal bagi 62 anak, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat setempat.
Baca juga: Kemensos salurkan bantuan Atensi Rp892,7 juta bagi 441 warga Pringsewu
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.