Jakarta (ANTARA) - Skuad klub BRI Super League PSIM Yogyakarta menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) jelang kompetisi musim 2026/2027 di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, Jumat.

Dikutip dari laman resmi klub, Jumat, dokter tim Muhammad Hovi menjelaskan sebanyak 12 pemain PSIM Yogyakarta menghadiri kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB.

Hovi menjelaskan rangkaian pemeriksaan fisik menyeluruh dilakukan demi mendeteksi kondisi kebugaran setiap individu dalam tim dan tim medis juga melakukan penelusuran rekam medis pemain sekaligus riwayat kesehatan keluarga.

"Pemeriksaan menyeluruh dilakukan, utamanya cek darah dan jantung. Nanti juga ada pengecekan riwayat kesehatan dan cedera pemain, serta riwayat kesehatan keluarga," jelas Hovi.

Tim medis menguraikan bahwa pengecekan kesehatan secara detail ini sangat penting untuk menunjang performa pemain ketika di lapangan.

Pengecekan riwayat kesehatan keluarga turut menjadi perhatian tim dokter untuk meminimalisir risiko bawaan selama kompetisi berjalan.

"Kami juga menekankan tentang riwayat kesehatan keluarga untuk mengantisipasi penyakit bawaan, seperti hipertensi, jantung, ataupun gula. Itu ternyata penting dan berpengaruh bagi atlet. Selain itu juga untuk mengetahui riwayat cedera sebelumnya," ungkap Hovi.

Ia melanjutkan jika hasil MCU ini penting untuk bisa melihat performa pemain dan menjadi acuan tim pelatih untuk bisa merancang program tim menatap kompetisi yang akan datang.

"Kalau bagi saya, hampir 80 sampai 100 persen hasil MCU bisa dijadikan patokan untuk bisa mengetahui performa sang pemain. Oleh karena itu, MCU ini sangat penting untuk bisa membantu tim pelatih menyusun program latihan sebelum liga dimulai," pungkasnya.

Baca juga: PSIM Yogyakarta berpisah dengan Andy Setyo

Baca juga: PSIM gunakan Stadion Sultan Agung Bantul arungi musim 2026/2027

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.