Banda Aceh (ANTARA) - Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaboratif Indonesia (PMKI) sinergi dari Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan program pemulihan pascabencana di Kampung Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.
”Program ini merupakan inisiatif Asosiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) se-Indonesia untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Ketua tim pengabdi dari USK, Ir Freddy Sapta Wirandha di Banda Aceh, Jumat.
Ia menjelaskan, kehadiran tim bertujuan untuk memperkuat ketangguhan desa secara berkelanjutan dan sebagai bagian dari skema besar PMKI dimulai dari Mei hingga November 2026.
Ia mengatakan, program itu tidak hanya berorientasi pada hasil akademis, tetapi benar-benar difokuskan untuk memulihkan dampak bencana serta membangun ketangguhan masyarakat di Pantan Kemuning melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Baca juga: KKP percepat pemulihan sektor perikanan di Aceh pascabencana
Dalam pelaksanaannya, tim dosen lintas universitas ini membawa kepakaran dari berbagai disiplin ilmu. Dari USK, tim diperkuat oleh Prof Dr Ir Farid Mulana, ST, MEng dan Prof Dr Syamsidik, ST, MSc.
Tim UB melibatkan Dr dr Sri Soenarti, SpPD, K-Ger, Dr Ns Mukhamad Fathoni, SKep, MNS, Prof Dr Eng Fadly Usman, ST, MT, serta Prof Dr Ir Qomariyatus Sholihah, MKes, IPU.
Sementara dari UNP, hadir Dr Nofi Yendri Sudiar, MSi, Dedy Fitriawan, SPd, MSi, dan Iip Permana, ST, MT. Tim ini juga didukung oleh 15 mahasiswa dari prodi Teknik Geofisika, Teknik Elektro, dan Informatika USK.
Adapun program kerja yang akan dijalankan mencakup pemetaan potensi sumber daya air dan tutupan lahan, pelatihan teknis, edukasi mitigasi bencana, hingga pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Bencana (POKDARNA).
Baca juga: USK terjunkan 2.124 mahasiswa perkuat kapasitas warga hadapi bencana
Selain itu, tim juga mendampingi perangkat desa dalam penyusunan regulasi mitigasi bencana berbasis data geospasial melalui Qanun Gampong.
Reje (Kepala Desa) Pantan Kemuning, Zahrial Fikri mengatakan pendampingan tersebut sangat dibutuhkan warga dalam menata kembali kehidupan pascabencana.
“Kami berkomitmen penuh mendukung rangkaian program ini agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi desa kami,” katanya.
Sinergi ini turut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret yang dilakukan oleh tim PMKI.
“Kami berterima kasih atas kehadiran tim PMKI di Pantan Kemuning, salah satu desa yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir tahun 2025 lalu. BPBD Bener Meriah siap membuka akses koordinasi dan bekerja sama seluas-luasnya guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal,” tutup Ilham.
Baca juga: 57 korban banjir di Aceh Timur terima santunan
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.