Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) disiapkan menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan melalui integrasi berbagai layanan yang dibutuhkan warga.

Ia menjelaskan melalui KDMP masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai kebutuhan, mulai dari sembako, penyaluran pupuk dan LPG bersubsidi, layanan kesehatan melalui apotek dan klinik, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan.

"Dengan demikian, berbagai layanan tersebut dapat dijalankan secara terintegrasi sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek, lebih efisien, dan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujar Ferry saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat.

Selain berfungsi sebagai badan usaha koperasi, Ferry menyampaikan KDMP juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai program dan layanan pemerintah.

Baca juga: Menkop: Calon manajer KDKMP mulai penempatan tugas pada Agustus 2026

Menurut dia, dengan pengelolaan yang profesional dan berbasis kebutuhan masyarakat, KDKMP diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi, memperkuat posisi tawar petani, nelayan, dan pelaku usaha, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat desa dan kelurahan.

Ferry mengatakan pemerintah menargetkan sekitar 40.000 KDMP beroperasi hingga akhir 2026.

Sejalan dengan target tersebut, koperasi-koperasi itu akan mengembangkan enam gerai usaha utama sebagai bagian dari model bisnis yang diterapkan secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing.

Enam gerai tersebut yaitu gerai sembako, apotek desa, klinik desa, unit usaha simpan pinjam, kantor koperasi, serta pergudangan dan logistik.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.