Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan gerai sembako menjadi unit usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang paling banyak telah beroperasi, karena dinilai paling siap dijalankan dan langsung memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, operasional gerai sembako didukung oleh pasokan dari berbagai mitra koperasi, baik yang berasal dari badan usaha milik negara (BUMN) maupun sektor swasta.
“Sementara itu, unit usaha lain, seperti simpan pinjam, logistik, apotek, dan klinik, masih dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing KDKMP,” ungkap Ferry saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat.
Ferry mengatakan pemerintah juga menempatkan Bulog, ID FOOD, serta sejumlah BUMN lainnya sebagai bagian dari ekosistem rantai pasok koperasi untuk komoditas strategis, seperti beras, gula, minyak goreng, pupuk, hingga LPG.
Baca juga: Kemenkop bekali 29.830 calon manajer KDKMP dalam pelatihan-sertifikasi
Namun, ia mengakui belum seluruh gerai Koperasi Merah Putih memperoleh pasokan secara penuh dari BUMN.
Menurutnya, penyaluran masih dilakukan secara bertahap seiring dengan kesiapan operasional masing-masing koperasi, termasuk pemenuhan persyaratan administrasi, kesiapan gudang, sistem distribusi, dan kemitraan di daerah.
Selain itu, menurut Ferry, sejumlah kendala yang masih dihadapi meliputi proses operasionalisasi gerai yang belum seragam di seluruh daerah, penyesuaian mekanisme distribusi dan rantai pasok dari BUMN ke koperasi, serta penyelesaian kerja sama dan administrasi kemitraan.
Sementara itu, lanjut dia, unit usaha lain seperti simpan pinjam, logistik, apotek, dan klinik masih dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing koperasi.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.