Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo telah menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk menindak tegas sopir truk yang diduga bermain telepon genggam (HP) hingga menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) di Matraman, Jakarta Timur.

“Yang kemarin kejadian di salah satu (JPO) karena sopirnya main HP, saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan dan melakukan koordinasi dengan Korlantas siapa pun yang melakukan itu ditindak sekeras-kerasnya,” kata Pramono di Balai Kota, Kamis.

Pramono menegaskan apabila diperlukan, ia meminta lisensi atau izin supir tersebut dicabut sehingga menimbulkan efek jera.

Sebab, Pramono tak ingin Jakarta terganggu dengan adanya insiden-insiden serupa.

“Kalau kemudian perusahaannya juga masih melakukan yang sama, maka perusahaan yang akan mendapatkan teguran karena tidak menyiapkan sopir yang tertib dan sebagainya,” ujar Pramono.

Sebelumnya diketahui, sebuah truk molen tersangkut di kolong jembatan yang terintegrasi dengan jembatan perlintasan kereta api di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (16/7).

Kejadian tersebut diduga karena sopir truk sedang menggunakan ponsel saat sedang mengemudi.

Baca juga: Pramono gelar rapat khusus pekan depan bahas JPO Tendean

Baca juga: Dishub DKI akan pasang rambu batas ketinggian di JPO hingga flyover

Baca juga: DPRD DKI usul Dishub pasang sensor ketinggian kendaraan di JPO

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.