Jakarta (ANTARA) - Panglima TNI Jendela TNI Agus Subiyanto mengatakan TNI AD berhasil memenuhi lebih dari 50 persen produksi beras nasional.
Keberhasilan itu digapai berkat program pengelolaan lahan menjadi sawah yang dilakukan TNI AD di seluruh wilayah Indonesia.
"TNI AD telah mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026,"kata Agus Agus saat memberikan paparan di depan Presiden Prabowo Subiyanto di acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat.
Agus mengatakan sejak Januari hingga Juni 2026 saja, TNI AD berhasil melakukan panen padi di lahan seluas 6,26 juta hektar.
Baca juga: Prabowo pimpin panen raya bersama TNI di 43 lokasi dari Malang
Pengelolaan sawah itu dilakukan langsung oleh personel TNI, pendamping petani hingga warga sekitar. Alhasil, TNI AD berhasil menghasilkan produksi beras sebesar 18.2 juta ton.
Angka itulah yang disebut Agus telah mencapai 50 persen produksi beras nasional selama 2026.
Hingga saat ini, pengelolaan lahan sawah yang dilakukan TNI AD masih berlangsung. Tidak hanya TNI AD saja, Agus memastikan pengelolaan lahan kebun tebu oleh TNI AU dan kebun kedelai oleh TNI AL juga masih terus berlanjut.
Dengan upaya dari tiga matra TNI ini, Agus berharap jajarannya dapat membantu pemerintah dalam memperkuat cadangan pangan nasional.
Baca juga: Panglima pastikan TNI AU kelola lahan 236.048 hektar jadi kebun tebu
Baca juga: Prabowo tegaskan akan lakukan peremajaan semua lahan tebu di Indonesia
Baca juga: Mentan: Indonesia bidik peluang ekspor saat harga beras dunia naik
Pewarta: Walda Marison
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.