Jakarta (ANTARA) - Ikatan Ketua Pejuang Perempuan Indonesia (IKPPI) menyatakan kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang, Sumatera Selatan, merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani permasalahan sampah di Indonesia.
“Kehadiran Mas Wapres sebagai penegas keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan sampah, khususnya di Palembang,” ujar Ketua Ikatan Ketua Pejuang Perempuan Indonesia (IKPPI) Sumatera Selatan (Sumsel) Neni Triana Zainal dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Neni mengaku bersyukur dirinya mendapat kesempatan berdialog dengan Wapres. Kepada orang nomor dua di Indonesia itu ia menyampaikan apresiasinya.
“Saya mewakili IKPPI menyampaikan terima kasih kepada Mas Wapres. Beliau mengaku sudah mengingatkan kepada pengelola PSEL untuk memperhatikan keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitarnya,” katanya.
Selain itu, katanya, Gibran juga berpesan agar keberadaan PSEL memberikan manfaat kepada masyarakat, alih-alih menimbulkan masalah baru.
Sementara itu, Ketua Umum IKPPI Sinda Sutadisastra berharap keberadaan PSEL Kota Palembang tersebut akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Selain itu, juga pemberdayaan UMKM di sekitar lokasi proyek. Jadi, pengelolaan sampah modern, penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan UMKM menjadi bagian integral dari pengembangan PSEL,” kata Sinda Sutadisastra.
Baca juga: Wapres beri arahan pembangunan PSEL di Palembang Sumsel
Nantinya, kata dia, jika sudah beroperasi secara penuh, PSEL Palembang diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Selain menghasilkan energi listrik, sekaligus memperkuat sistem pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai informasi, di lokasi PSEL Palembang, Keramasan, Kecamatan Kertapati, Wapres Gibran menerima penjelasan mengenai pembangunan dan kesiapan operasional PSEL Kota Palembang.
Fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik, sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah sekaligus mendukung ketahanan energi.
Tak hanya itu, Wapres juga menyaksikan secara langsung proses pengolahan sampah menjadi energi listrik. PSEL Kota Palembang ini ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Selain meninjau kesiapan PSEL Palembang, Wapres Gibran juga berkunjung ke Rumah Sakit Siti Fatimah Az-Zahra yang berlokasi di Jakabaring dan pembangunan jalan tol Jembatan Musi Lima.
Baca juga: Menteri LH dorong PSEL Palembang tangani 1.000 ton sampah per hari
Rencananya, jalan tol ini mulai difungsikan secara terbatas pada Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.