Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin dorong pengembangan Ayam Alope, galur atau keturunan ayam kampung unggul hasil pemuliaan genetik yang diproyeksikan menjadi bagian dari program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.

Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa, di Makassar, Jumat, menegaskan keberhasilan penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Hasil riset harus mampu dihilirisasi, diterapkan, dan memberi manfaat nyata," kata Prof JJ saat FGD Pengembangan Ayam Alope Unhas-1 Secara Terintegrasi dan Berkelanjutan.

"Ayam Alope menunjukkan bahwa inovasi kampus dapat berkembang menjadi solusi untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak," lanjutnya.

Menurut Prof JJ, pengembangan Ayam Alope akan diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan agar distribusi bibit unggul dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi hilirisasi riset yang selama ini terus diperkuat Unhas.

Dalam ekosistem inovasi, hilirisasi merupakan tahapan penting yang menghubungkan hasil penelitian dengan implementasi di lapangan. Melalui proses ini, teknologi berkembang menjadi produk atau sistem yang memberikan manfaat nyata.

Baca juga: Dosen UMM ciptakan gen asli ayam kampung petelur super

Baca juga: UGM-BRIN kembangkan konsep budi daya ayam kampung petelur dan maggot

Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof Dr Syahdar Baba, menjelaskan peningkatan kualitas genetik, penguatan produksi bibit, serta perluasan kemitraan menjadi fokus utama pengembangan Ayam Alope ke depan.

"Agar Ayam Alope dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, maka langkah selanjutnya adalah mengembangkan kualitas genetik, produksi bibit, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah," jelas Prof Syahdar.

Selain menyediakan bibit unggul, Unhas juga menyiapkan pendampingan teknis bagi peternak agar teknologi yang dikembangkan dapat diterapkan secara efektif.

Bagi Unhas, Ayam Alope merupakan contoh bagaimana riset dapat menghasilkan inovasi yang menjawab tantangan pembangunan.

Bersama inovasi lain seperti Jagung Jago, pengembangan Ayam Alope menjadi bagian dari komitmen Unhas untuk memperkuat ketahanan pangan melalui sains, teknologi, kolaborasi, dan hilirisasi.

Baca juga: Inti-Plasma ayam KUB TTP Cigombong mandiri secara budidaya dan bisnis

Baca juga: Komisi IV DPR dukung pengembangan ayam KUB di Kalteng

Ayam Alope yang dikembangkan Universitas Hasanuddin. ANTARA/HO-Unhas

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.