Banjarmasin (ANTARA) - Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan berkolaborasi membantu memperkuat daya saing komunitas Usaha Kecil Menengah (UMK) Kerupuk Kuin Utara Banjarmasin melalui edukasi kewirausahaan digital.

"Poliban dan ULM berkolanorasi dalam program pengabdian kepada masyarakat (PKM) bagi komunitas UMK Kerupuk Kuin Utara agar dapat mengelola bisnis berbasis teknologi digital," ujar Ketua Tim PKM Poliban Rizky Amelia, M.Pd di Banjarmasin, Jumat.

Dia mengatakan, transformasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha mikro, terutama di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Menurut dia, ada enam UMK Kerupuk Kuin Utara yang timnya bina, yakni Kerupuk Rahmatul, Kerupuk Hj. Maspah, Kerupuk Nanda, Kerupuk Rusliani, Kerupuk Mita, dan Kerupuk Qorin.

"Komunitas UMK ini memproduksi olahan kerupuk khas Banjar diantaranya kerupuk haruan, kerupuk kulit haruan, dan kerupuk udang," ungkapnya.

Rizky menyatakan, yang menjadi fokus adalah edukasi kewirausahaan berbasis digital dalam penguatan manajemen keuangan dan kualitas produk komunitas UKM Kerupuk Kuin Utara.

"Pelaku usaha tidak hanya membutuhkan keterampilan memproduksi barang yang berkualitas, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara tertib, memanfaatkan pemasaran digital seperti Tiktok Shop, Shopee, dan Instagram, serta membangun kolaborasi agar mampu berkembang secara berkelanjutan," katanya.

Program sekaligus pelatihan ini menghadirkan empat narasumber yang memberikan materi dan praktik penggunaan media digital, pengelolaan keuangan usaha, pendampingan pemasaran produk pada skala lebih luas, dan diversifikasi produk selama bulan April – September 2026.

Narasumber yang terlibat yakni Lita Lutfiyanti, M.Pd. dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Rahma Pitria Ningsih, M.Pd dari Politeknik Negeri Banjarmasin, serta anggota Tim PKM Poliban Dr. Ananda Setiawan, M.Pd dan Heldiansyah, S.Kom., M.Kom.

Baca juga: Poliban-ULM dorong transformasi digital UMKM Berkat Guru Kapuh

Baca juga: Tim dosen Poliban dampingi puluhan UMKM daftarkan merek dagang

Rizky menyatakan, hasil kegiatan menunjukkan edukasi berbasis praktik dan pendampingan mampu meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pengelolaan bisnis digital, meskipun tingkat peningkatan masing-masing peserta berbeda.

"Kami berharap pendampingan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi berlanjut pada implementasi nyata melalui pemasaran digital bersama, manajemen keuangan yang lebih baik, dan peningkatan kualitas produk sehingga UKM mampu memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan," ujarnya.

Hj. Masriah sebagai salah satu peserta PKM menyatakan sangat terbantu dengan adanya pelatihan dan berbagai bantuan yang diberikan karena langsung digunakan untuk produksi sehari-hari.

Program pengabdian ini merupakan bagian dari hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemdiktisaintek serta komitmen Poliban dan ULM dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal sekaligus mendorong pengembangan produk unggulan daerah melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Melalui pendampingan berkelanjutan, Tim PKM berharap komunitas UKM Kerupuk Kuin Utara mampu menjadi model pengembangan usaha berbasis kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi di Kota Banjarmasin.

Baca juga: IPB digandeng Pemkab Natuna tingkatkan mutu produk UMKM hasil laut

Baca juga: BEM IPB University bantu UMKM desa manfaatkan digital marketing

Pewarta: Sukarli
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.