PBB (ANTARA) - Wakil Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amina Mohammed mengatakan bahwa saat ini satu dari 10 orang di seluruh dunia masih hidup dalam kemiskinan ekstrem, 2,3 miliar orang tidur dalam keadaan lapar setiap malam, dan lebih dari 2 miliar orang masih tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman
Pernyataan itu disampaikannya pada segmen tingkat tinggi Dewan Ekonomi dan Sosial PBB tentang "Jalan Menuju 2030" (Way forward to 2030) pada Kamis (16/7)
Mohammed mengatakan bahwa laporan Sekretaris Jenderal PBB 2026 tentang kemajuan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga target SDG berada di jalur yang benar atau menunjukkan kemajuan moderat.
Namun, kemajuan tersebut masih sangat tidak merata di antara berbagai tujuan dan negara.
Dia mengatakan di antara lebih dari sepertiga target SDG yang berada di jalur yang tepat atau menunjukkan kemajuan moderat, akses terhadap listrik telah menjangkau 92 persen populasi dunia, sementara konektivitas internet telah meningkat dari 40 persen pada 2015 menjadi 74 persen saat ini.
"SDG itu penting, dan tujuan-tujuan tersebut membawa perubahan. Namun, dunia kita saat ini sangat berbeda dibandingkan dengan kondisi 2015," kata Mohammed.
Menurut Mohammed, berbagai krisis yang saling tumpang tindih, mulai dari ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi hingga krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, kerawanan pangan, tekanan utang, dan kesenjangan yang semakin lebar, terus memperlambat kemajuan di seluruh SDG dan menguji kemampuan untuk mewujudkannya.
"Sementara itu, planet ini terus memanas dengan laju yang mengkhawatirkan dan konflik kekerasan telah mencapai tingkat tertingginya dalam beberapa dekade. Ini bukan tantangan yang berdiri sendiri," ujarnya.
"Pertanyaan yang kita hadapi bukanlah apakah SDG tetap relevan ... Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk menentukan pilihan, memobilisasi pendanaan, dan memperkuat kerja sama yang diperlukan untuk mewujudkannya," katanya.
Dia juga menyerukan kerja sama multilateral yang lebih kuat, peningkatan investasi, dan solusi terintegrasi yang dapat memajukan berbagai SDG secara bersamaan sambil memperkuat ketahanan terhadap guncangan di masa depan.
Menggambarkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) SDG 2027 mendatang sebagai tonggak penting, Mohammed mengatakan KTT tersebut harus menjadi lebih dari sekadar evaluasi capaian.
Menurut Mohammed, KTT SDG harus menjadi momentum untuk mewujudkan hasil, dengan mempertajam prioritas, memperluas hal-hal yang telah berhasil, dan memperbarui komitmen politik dalam tahap akhir untuk mewujudkan SDG pada 2030.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.