Shanghai (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar di Shanghai, Kamis (16/7) dan kedua belah pihak mendesak Amerika Serikat-Iran melakukan gencatan senjata dan melanjutkan kembali perundingan sesegera mungkin.
Kedua pihak menyatakan keprihatinan yang mendalam atas memburuknya situasi di Iran dan menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan permusuhan, mengatasi berbagai kesulitan, menyingkirkan berbagai kendala, melanjutkan kontak dan dialog, serta berupaya mencapai kesepakatan damai yang komprehensif melalui negosiasi.
Selain itu, mereka juga mendesak komunitas internasional untuk terus memberikan dukungan terhadap upaya-upaya tersebut.
Wang menyampaikan bahwa nota kesepahaman (MoU) fase pertama yang dicapai antara AS dan Iran tidak diperoleh dengan mudah.
"Pencapaian itu merupakan hasil dari negosiasi bilateral sekaligus berkat upaya bersama komunitas internasional, dengan Pakistan memainkan peran koordinasi dan mediasi yang sangat penting," ujarnya.
Wang menyatakan ketentuan-ketentuan inti dalam MoU tersebut tidak hanya mendukung kepentingan fundamental dan jangka panjang pihak-pihak terkait, tetapi juga memenuhi harapan bersama komunitas internasional, sehingga patut dijaga dan dilindungi dengan sangat hati-hati.
Dia mengungkapkan bahwa semua pihak harus menghormati komitmen mereka dan mematuhi ketentuan-ketentuan dalam MoU. Wang menyebutkan bahwa China, seperti biasa, akan mendukung upaya mediasi Pakistan dan terus memainkan peran konstruktif dalam memfasilitasi deeskalasi situasi dengan caranya sendiri.
Sementara itu, Dar memberikan penjelasan mengenai upaya-upaya terbaru Pakistan dan berterima kasih kepada China atas pengertian dan dukungannya. Dia mengatakan Pakistan akan terus maju menghadapi berbagai kesulitan dan tetap secara aktif mendorong perundingan damai.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.