Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Indonesia untuk Turki Achmad Rizal Purnama menyerukan agar organisasi kerja sama D-8 (Development Eight) dapat memperjuangkan kepentingan bersama dalam agenda iklim global menjelang konferensi perubahan iklim PBB, COP31, akhir tahun ini.
“D-8 harus menjadi platform bagi negara-negara Muslim dengan ekonomi besar untuk memperjuangkan kepentingan bersama pada COP 31,” kata Dubes Rizal merespons ANTARA secara tertulis di Jakarta, Jumat.
Adapun seruan tersebut disampaikan Rizal dalam pernyataan nasional pada pertemuan tingkat menteri lingkungan D-8 menjelang COP31 yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada 16—17 Juli 2026.
Rizal hadir dalam agenda tersebut mewakili Menteri Lingkungan Hidup RI.
Dengan mendukung Presidensi Turki pada COP31, Indonesia mengharapkan agar agenda tersebut dapat menghasilkan dampak nyata berdasarkan kesepakatan yang telah tercapai sebelumnya, khususnya terkait pendanaan bagi aksi iklim global, kata dia.
Ia menilai negara-negara D-8 dapat menjadi motor dalam memperjuangkan hal tersebut mengingat adanya kesamaan kepentingan dalam aksi iklim global.
“Hal tersebut akan menjadi perekat bagi negara-negara D-8 untuk bersama memperjuangkan aksi iklim, khususnya pada pendanaan untuk transisi ekonomi yang adil,” kata Dubes Rizal.
DI samping itu, dia mengharapkan agar hasil COP31 mampu menghasilkan kemajuan yang konkret dan berimbang pada aspek mitigasi, adaptasi, serta dukungan bagi negara berkembang melalui pendanaan yang memadai, alih teknologi, hingga perlindungan sosial.
Dubes RI untuk Turki itu juga mengingatkan kewajiban negara maju membantu transisi iklim negara berkembang berdasarkan Pasal 9 Kesepakatan Paris yang tidak menambah beban utang atau membatasi kebijakan negara berkembang.
Sementara itu, disampaikan KBRI Ankara bahwa pertemuan tersebut dimaksudkan sebagai wadah bagi negara-negara D-8 memperkuat koordinasi dan membangun kesamaan pandangan terkait isu utama dalam perundingan COP31.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan dokumen “Deklarasi Istanbul” yang mencerminkan komitmen bersama D-8 untuk mendukung hasil COP31 yang berimbang, inklusif, berorientasi pada implementasi, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Adapun COP31, atau Konferensi Para Pihak ke-31 untuk Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim, akan berlangsung di Antalya, Turki, pada 9—20 November 2026.
Baca juga: Kemenkeu sebut perubahan iklim turut pengaruhi aksi investasi
Baca juga: RI tegaskan komitmen pembangunan pasar karbon berintegritas tinggi
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.