Dengan adanya pendampingan dari penyuluh pertanian diharapkan produksi tanaman kedelai dapat melimpah

Jayapura (ANTARA) - Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X saat ini mengandeng 25 petani asli Papua dalam program menanam kedelai di Arso, Kabupaten Keerom, perbatasan RI-PNG.

Penanaman kedelai dalam rangka program ketahanan pangan itu dilakukan di atas lahan seluas 20 hektare, diawali dengan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian bingkisan berisi sembako.

Dankodaeral X Mayjen TNI (Mar) Sugianto di Arso, Jumat, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Kodaeral X dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan.

Baca juga: Panglima pastikan TNI AL akan bantu pemerintah perkuat stok kedelai

Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan nasional sehingga diharapkan dengan penanaman kedelai dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produksi pangan, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, Kodaeral X berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah, tidak hanya di bidang pertahanan, tetapi juga dalam pembangunan nasional, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan di Papua," kata Dankodaeral X Mayjen TNI (Mar) Sugianto.

Salah seorang petani Julius Fatagur mengaku senang terlibat dalam kegiatan ini karena selama ini kesulitan saat membuka lahan untuk ditanami.

Selain itu pihaknya berharap penyuluh pertanian selalu melakukan pendampingan mengingat tanaman kedelai merupakan jenis tanaman yang baru pertama kali ditanam.

"Dengan adanya pendampingan dari penyuluh pertanian diharapkan produksi tanaman kedelai dapat melimpah, " ujar Julius Fatagur.

Baca juga: TNI AL pastikan seluruh satuan jalankan program tanam kedelai

Baca juga: Celios: Penguatan cadangan kedelai penting tekan ketergantungan impor

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.