Moskow (ANTARA) - Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Jumat mengonfirmasi bahwa Jerman akan mengikuti latihan penangkalan nuklir yang diselenggarakan oleh Prancis.

"Kami akan ikut dalam latihan nuklir angkatan bersenjata Prancis akhir tahun ini," tulis Merz di X.

Dengan memperdalam kerja sama di bidang pertahanan, Jerman dan Prancis "memperkuat daya tangkal Eropa," imbuh sang kanselir tersebut.

Dengan mengutip juru bicara pemerintah Jerman, stasiun televisi NTV pada Kamis (16/7) melaporkan bahwa Jerman akan ikut dalam latihan penangkalan nuklir yang diadakan Prancis untuk pertama kalinya pada musim gugur ini.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa negara itu memasuki periode "penangkalan nuklir tingkat lanjut."

Sebagai bagian dari pendekatan baru tersebut, Paris akan meningkatkan jumlah persediaan hulu ledak nuklir, dan negara-negara Eropa akan bisa ikut dalam latihan penangkalan bersama yang diadakan Prancis, imbuhnya.

Delapan negara Eropa akan bergabung dengan doktrin baru Prancis, termasuk Inggris Raya, Jerman, Polandia, Belanda, Belgia, Yunani, Swedia, dan Denmark, kata Macron.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa situasi internasional saat ini membawa risiko konfrontasi langsung antara NATO dan Rusia, yang dapat dengan cepat meningkat menjadi serangan nuklir antara satu sama lain.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Amerika Serikat pantau uji rudal balistik China di Samudera Pasifik

Baca juga: Rusia: Hanya senjata nuklir yang cegah terjadinya perang global

Baca juga: AS minta komitmen Iran tak kembangkan senjata nuklir

Penerjemah: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.