Jakarta (ANTARA) - Figur publik Kirana Larasati membagikan kiat memulai investasi logam mulia dengan mengutamakan tujuan jangka panjang dan memilih penyedia yang menerapkan harga secara transparan.
"Menurut saya harus punya investasi logam mulia, karena Rupiah kita melemah dan perbaikannya dari hari ke hari tidak terlalu signifikan. Tapi ini bukan keuntungan jangka pendek, bukan daily trading. Jadi beli, simpan dulu beberapa tahun," kata Kirana saat menghadiri peluncuran layanan transaksi logam mulia Nellava Bullion, di Jakarta, Sabtu.
Menurut pemain film "Rumput Tetangga" (2019) itu, emas maupun perak batangan lebih tepat dijadikan instrumen investasi dibandingkan perhiasan karena nilainya lebih terjaga untuk kebutuhan jangka panjang.
Baca juga: Pegadaian Praya dukung pembangunan infrastruktur sekolah dan kenalkan investasi emas sejak dini
Ia mengatakan ketertarikannya berinvestasi logam mulia berawal dari kebiasaan sang ibu yang rutin mengoleksi emas batangan sebagai aset.
Selain mempertimbangkan tujuan investasi, Kirana juga mengimbau masyarakat memperhatikan transparansi harga sebelum membeli logam mulia. Menurut dia, penyedia yang menampilkan harga mengikuti pergerakan pasar secara langsung dapat membantu calon investor memperoleh gambaran harga yang lebih jelas saat bertransaksi.
Ia menambahkan, perhiasan emas menurutnya berbeda dengan investasi emas batangan, dan menyarankan masyarakat yang ingin berinvestasi logam mulia untuk memilih emas maupun perak batangan sebagai instrumen jangka panjang.
Baca juga: Pegadaian akselerasi ekosistem Bank Emas Nasional dan siap go global
Dalam kesempatan yang sama, Marketing Director Nellava Group Alif Fauzan mengatakan perusahaannya menerapkan sistem Live International Price, yakni mekanisme yang memperbarui harga emas dan perak setiap 30 detik mengikuti pergerakan harga pasar internasional.
Menurut Alif, mekanisme tersebut memungkinkan masyarakat membandingkan harga logam mulia dengan acuan harga internasional melalui situs pemantau harga global maupun kanal resmi perusahaan.
Ia mengatakan penerapan sistem tersebut bertujuan memberikan harga yang lebih transparan bagi investor, memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan logam mulia, memperkecil selisih harga saat pembelian kembali (buyback), serta meningkatkan rasa aman dalam bertransaksi.
Baca juga: Analis: Pencatatan saham EMAS di HKEX perkuat akses investasi ke RI
Selain emas batangan, perusahaan juga menawarkan perak batangan berkadar kemurnian 99,9 persen sebagai alternatif instrumen investasi. Alif menambahkan seluruh bahan baku emas dan perak yang dipasarkan berasal dari proses daur ulang dan pemurnian yang legal, bukan dari pertambangan ilegal.
Untuk menjamin keaslian produk, setiap emas dan perak yang dipasarkan dilengkapi sejumlah fitur verifikasi, antara lain NFC, kode QR, sertifikat akreditasi, serta hasil pengujian menggunakan mesin XRF.
Baca juga: Kapan waktu terbaik untuk membeli emas? Ini jawabannya
Baca juga: Inilah 5 tips investasi emas untuk pemula
Pewarta: Ida Nurcahyani/Niswah Qintara Rahmani
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.