Moskow (ANTARA) - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang menjajaki kemungkinan pembentukan badan pengatur independen untuk meninjau keamanan model kecerdasan buatan (AI), menurut laporan Bloomberg.
Rencana tersebut disusun setelah para eksekutif di Silicon Valley menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap sejumlah langkah mendadak, yang baru-baru ini diambil AS, untuk memperlambat adopsi sistem AI canggih, kata laporan tersebut.
Menurut beberapa sumber, badan pengawas independen itu, yang akan serupa dengan Financial Industry Regulatory Authority (FINRA), akan berada di bawah naungan Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Rencana yang sedang dikembangkan bersama dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent itu saat ini sedang ditinjau oleh Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles.
Seorang sumber mengatakan Trump belum meninjau rencana tersebut.
Mekanisme baru itu akan memungkinkan perwakilan dari kedua industri tersebut untuk memainkan peran lebih signifikan dalam pengembangan bersama standar keamanan AI.
Pada akhir Juni lalu, pengembang AI Anthropic mengumumkan bahwa Pemerintah AS telah memulihkan akses ke model AI terkuatnya, yakni Mythos 5, terhadap beberapa lembaga keamanan AS.
Sebelumnya, AS memblokir akses ke model Mythos 5 dan Fable 5 milik perusahaan tersebut bagi pemerintah dan warga negara asing atas pertimbangan keamanan nasional.
Kecerdasan buatan merupakan elemen kunci dalam agenda Presiden Donald Trump untuk mempertahankan keunggulan posisi AS di bidang teknologi, memastikan daya saing ekonomi, serta memperkuat keamanan nasional.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Mitigasi "AI Bubble" demi masa depan industri digital Indonesia
Baca juga: Laporan sebut pekerja Singapura pengguna AI paling aktif di dunia
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.