Beijing (ANTARA) - Sesi promosi untuk Kontes Drama Mikro-Pendek ASEAN-China 2026 sukses digelar di Beijing pada Jumat (17/7). Kontes ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pekan Media ASEAN-China kedelapan yang diselenggarakan oleh Administrasi Radio dan Televisi Nasional China, pemerintah Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, serta otoritas Brunei, dengan tujuan untuk membangun sebuah platform kerja sama China-ASEAN di bidang drama mikro-pendek, sehingga inovasi lintas perbatasan kebudayaan di sektor tersebut mencapai hasil yang saling menguntungkan.
Wei Dangjun, selaku wakil ketua Asosiasi Layanan Penyiaran Internet China (China Netcasting Services Association), dalam pidatonya memaparkan bahwa drama mikro-pendek telah muncul sebagai salah satu hasil inovasi dari penyiaran internet (netcasting) digital sekaligus jalur baru untuk pertukaran kebudayaan lintas perbatasan. Pihaknya berharap agar para peserta dapat mengajukan karya drama mikro-pendek yang unggul, serta menjadikan drama mikro-pendek sebagai jembatan penting guna memperdalam pertukaran dan kerja sama antara kedua belah pihak.
Dengan mengusung tema "Pemberdayaan AI, Penciptaan dan Masa Depan Bersama", kontes ini menerima karya drama mikro-pendek dan naskah orisinal terkait kerja sama saling menguntungkan China-ASEAN, pariwisata, pertukaran kaum muda dan antarmasyarakat, serta inovasi AI. Saat ini, sejumlah karya dan naskah sedang diajukan kepada panitia dan hasil penilaiannya diperkirakan akan diumumkan pada Oktober mendatang, diikuti dengan konferensi peluncuran dan promosi hasil kompetisi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Guangxi memanfaatkan keunggulan geografis dan hubungannya yang erat dengan ASEAN untuk bertransformasi menjadi hub bagi ekspansi drama mikro-pendek ke ASEAN, mengandalkan platform distribusi internasional milik sendiri serta platform streaming arus utama di luar China sebagai metode krusial guna mewujudkan ekspor drama China.
Selain itu, Guangxi juga terus mengembangkan model produksi bersama "dikembangkan di Guangxi, mengambil lokasi syuting di negara-negara ASEAN, dan didistribusikan secara bersama", sehingga terus menghasilkan karya-karya drama mikro-pendek hasil produksi bersama lintas batas antara China dan Thailand maupun antara China dan Vietnam.
Zhou Shuya, associate researcher di Pusat Penelitian Administrasi Radio dan Televisi Nasional China, memaparkan bahwa ASEAN sudah menjadi kawasan dengan volume unduhan drama mikro-pendek China terbesar di luar China pada 2025, melampaui 400 juta kali dan mencakup sekitar 27 persen dari total volume unduhan di luar China.
Zhou menambahkan bahwa pada paruh pertama (H1) 2026, Thailand, Indonesia, dan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya terus menjadi pasar utama bagi drama mikro-pendek China. Sementara itu, genre seperti kisah cinta perkotaan dan perjuangan masyarakat akar rumput sangat diminati oleh audiens ASEAN, sehingga menjadi landasan kuat bagi ekspor drama China ke kawasan tersebut.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.